Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Erosi Zaman

Sejak matahari membenamkan embun Tak kulihat senyum yang mengembang  Tak kulihat merekahnya putri malu setelah disentuh para jahil Tak kudengar suara tawa dari kejaran mereka Tak ada lagi nyanyian dari langkah kaki yang membisingkan Tak ada lagi jaring jaring yang mengayun menghantar perginya lebah Semua diam dalam keapatisan Zaman telah berubah Berlari jauh dari jati dirinya Dan sejak siang hilang berbelok arah Mereka jauh lebih dalam tenggelam

Hari ini

Kini bulan telah terbelah Memecahkan sinarnya Redup tanpa cahaya Bukan salahnya, hanya aku Yang hidup dengan sejuta rahasiaku Bukan salahnya! Jika nanti tidak ada tawa Hanya saja aku! Yang hidup dengan kepalsuanku Memendam amarah yang kini semakin memuncak Dan jika tumpah, tak tahu mengarahkannya Bukan salahnya! Hanya saja aku yang berubah seperti bukan apa yang aku mau! Tapi, bukan juga salahku! Jika apa yang terjadi pada akhirnya memecahkan bulan.

Pagi sunyi

Sejak pagi datang menggulung sepinya malam Terisak suara menggema yang menghanyutkan Tak ada lagi. Tak kulihat lagi. Benar sudah hilang seseorang itu Yang hidup dengan tawa menyenangkannya Mengulum setiap jejak manis yang ia berikan Tak perlu lagi. Pagi yang mengganti kesunyian Hah... hilang tak tahu arah Sudah! Cukupkan! Semua telah berlalu!

Sudahkah aku sampai ?

Sirius... Akhir akhir ini saya sedang berada pada titik dimana saya harus berhenti disini. Hati saya selalu mengatakan bahwa saya sudah tidak mampu untuk bertahan. Pada semua hal. Sirius... Akhir akhir ini rasa semangat ku tak menggebu gebu seperti dulu. Meski jujur saya katakan bahwa saya sangat merindukan perasaan itu, saya ingin merasakan tantangan itu setiap kali saya berada di hadapan mereka. Sirius... Akhir akhir ini, saya benar benar lelah. Bukan fisik. Tapi hatiku. Semuanya berbalik dengan apa yang seharusnya. Saya lelah dan saya ingin menghindari rasa yang semakin melelahkan itu. Sirius... Saya kehilangan semua yang seharusnya saya miliki. Saya lelah dengan tuntutan yang pada akhirnya hanya akan memanfaatkan satu orang saja. Sirius... Andai semuanya bisa berubah. Andai dari awal tidak ada 'pertemanan', mungkin aku bisa bertahan. Atau, menghindari pertemanan dan menjadi apatis itu lebih baik? Sirius... Jangan biarkan rasa ingin berhenti ini terus mer...