Langsung ke konten utama

Cerita Cinta

Cinta memang sulit ditebak. ketika kita bilang tidak mencintainya tapi kata hati berkata lain.
pernah dihadapkan dalam keadaan yang sulit? saya pikir ini hanya ada dalam sebuah settingan atau sebuah drama cinta yang sering kita tonton di televisi. 
saya mencintai seseorang namun Sahabat saya pun mencintainya. sahabat saya selalu menceritakan perasaan nya kepada saya. saya tidak bisa mengatakan bahwa apa yang dia rasa sama seperti perasaan saya. hingga pada suatu hari Sahabat saya mengetahui tentang perasaan saya dan laki laki itu. awalnya saya pikir sahabat saya dapat memaklumi. sehingga tidak ada perasaan salah yang menghinggap di otak saya ketika sahabat saya mengetahui hal itu.  tapi inilah kesalahan saya ketika saya tidak bisa menyeimbangkan antara perasaan dan pikiran. hari hari berlalu tanpa Sahabat saya.dia pergi menjauh,
bagi saya Sahabat lebih penting dibanding perasaan saya saat itu, karena  saya pikir sahabat bisa menjadi saudara. sehingga mengorbankan perasaan itu tidak lah sulit. saya menjodohkan dia dan laki laki itu,  sakit tapi saya pikir ini hanya lah perasaan biasa  lama kelamaan pasti akan menghilang. namun kenyataannya setelah mereka jadian  itu semakin membuat  saya bingung dengan perasaan saya.
ketika orang bilang "saya bahagia bila dia bahagia".
 heh, bohong. saya tidak bahagia, saya sakit. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku setelah dua jam kedepan?

Dua jam Lagi maka aku telah melewati 1 tahun ini dengan tahun yang sama seperti sebelumnya, tanpa tawa. Sebelumnya, aku berpikir bahwa tempat itu, mungkin akan membawa ku pada hidup yang menarik. Dengan cerita lucu, menantang dan sebagainya. Tapi, pada akhirnya sama saja. Aku berada pada titik yang memintaku untuk menyerah. Tapi, didetik detik menyerahnya aku, ada dua orang yang menarik ku untuk berhenti pada pemikiran bodoh itu. Sirius, aku rasa aku yang bermasalah. Pada setelah dua jam kedepan, aku berharap agar kau dapat menghentikan perasaan bodoh ini. Aku rasa, aku terlalu naif untuk bersama dengan orang- orang yang sempurna sedangkan aku tidak. Kenapa aku menuntut mereka untuk mengerti sedangkan aku sendiri tidak? Kenapa aku menuntut mereka untuk berubah sedangkan aku tidak? Ataukah, aku yang terlalu egois? Pada setelah dua jam kedepan, bagaimana aku harus mengubah perasaan ini agar dua jam setelah ini aku bisa kembali menjadi diriku yang ceria dan semangat? Dua ...

hujan ini...

hem,,, Hujan di malam ini,,, mengingatkan aku, hari dimana kau mengingkari,  hari dimana kau mengatakan Cinta, Cinta kepada Cinta lama mu. hujan di malam ini... mewakilkan perasaan ku, melukiskan semua kesakitan hatiku karena perkataan mu. tak ingatkah disaat kau dan aku bersama menelusuri pantai nan indah, kau berjanji akan dan selalu membutuhkan ku. dan sekarang aku menyadari bahwa kata kata mu bukanlah " aku akan selalu mencintaimu". benar, terserah pada mu. semua keputusan ada pada diri mu. sekarang memilih dia yang menyakiti mu bukan aku yang benar benar tulus pada mu. hah... benar, itu bukan urusan ku jika kau kembali tersakiti itu bukanlah urusan ku lagi. aku tak mempunyai hak untuk memberi kehangatan lagi, tak memiliki hak untuk selalu menghapus air mata mu. ^-^

GeDuNG sErBagUnA

saat pertama tiba kami berfoto bersama, pemandangannya asri. ketika masuk lebih dalam, ilmu kami semakin bertambah. banyak ilmu ilmu sains yang selama ini hanya kami bayang dan kami takar hari ini kami lihat secara langsung.  hem,,, sayangnya gedung serba guna itu sepi. kata Mutia "ibarat ilalang di hamparan tanah lapang. tak pernah disentuh dan dilihat" menyusun angka dan penjumlahannya, melihat sulap yang selama ini dilakukan di Tv ternyata itu sebagian dari ilmu fisika. hah,,, kata Sari " tambah bernafsu untuk lebih menjelajahi seluk beluk fisika"   kalo kata saya "disana ibarat jutaan permainan yang membangkitkan sifat kekanakkan tapi menambah wawasan. benar ilalang, tapi berharap agar ilalang yang kesepian tersebut dapat tumbuh menjadi sebuah pemandangan yang asri. dengan menjaga, merawat dan menemani kekosongan tersebut."