Langsung ke konten utama

Mereka yang lebih tinggi, apa berhak memperlakukan kami seperti ini?

kesalahan terbesar seorang Senior itu adalah mereka TIDAK pernah menyadari apa yang membuat junior nya marah. Mereka hanya mengetahui akibat tanpa memikirkan penyebab, mengapa Junior membantah?
ketika Junior membantah, kesalahan di kembalikan kepada Junior, dan Junior disudutkan. Katanya Senior itu adalah orang yang Dewasa, "kenyataannya", mereka tak pernah menunjukkan kedewasaan mereka. cara berpikir mereka dan cara mereka dalam menghadapi masalah masih jauh dari kata DEWASA.
seorang Senior yang baik adalah seorang Senior yang mampu menyelesaikan masalah dngan cara yang baik pula.
Tidak perlu mengeluarkan kata kata kasar untuk membuat kami takut, tidak perlu dengan ancaman untuk mmbuat kami mematuhi, tidak perlu dengan tindakan keras untuk membuat kami menghargai. karena Junior juga seorang manusia, ketika kami telah terbiasa dengan hal tersebut kami juga bisa berbalik mnyerang, kami bisa melanggar, kami bisa meremehkan kalian.
Karena kami, seorang Junior tidak butuh senior yang KERAS tapi kami butuh orang yang TEGAS. Orang yang TEGAS akan selalu diSEGANI. Sebaliknya orang yang keras akan selalu diMUSUHI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku setelah dua jam kedepan?

Dua jam Lagi maka aku telah melewati 1 tahun ini dengan tahun yang sama seperti sebelumnya, tanpa tawa. Sebelumnya, aku berpikir bahwa tempat itu, mungkin akan membawa ku pada hidup yang menarik. Dengan cerita lucu, menantang dan sebagainya. Tapi, pada akhirnya sama saja. Aku berada pada titik yang memintaku untuk menyerah. Tapi, didetik detik menyerahnya aku, ada dua orang yang menarik ku untuk berhenti pada pemikiran bodoh itu. Sirius, aku rasa aku yang bermasalah. Pada setelah dua jam kedepan, aku berharap agar kau dapat menghentikan perasaan bodoh ini. Aku rasa, aku terlalu naif untuk bersama dengan orang- orang yang sempurna sedangkan aku tidak. Kenapa aku menuntut mereka untuk mengerti sedangkan aku sendiri tidak? Kenapa aku menuntut mereka untuk berubah sedangkan aku tidak? Ataukah, aku yang terlalu egois? Pada setelah dua jam kedepan, bagaimana aku harus mengubah perasaan ini agar dua jam setelah ini aku bisa kembali menjadi diriku yang ceria dan semangat? Dua ...

hujan ini...

hem,,, Hujan di malam ini,,, mengingatkan aku, hari dimana kau mengingkari,  hari dimana kau mengatakan Cinta, Cinta kepada Cinta lama mu. hujan di malam ini... mewakilkan perasaan ku, melukiskan semua kesakitan hatiku karena perkataan mu. tak ingatkah disaat kau dan aku bersama menelusuri pantai nan indah, kau berjanji akan dan selalu membutuhkan ku. dan sekarang aku menyadari bahwa kata kata mu bukanlah " aku akan selalu mencintaimu". benar, terserah pada mu. semua keputusan ada pada diri mu. sekarang memilih dia yang menyakiti mu bukan aku yang benar benar tulus pada mu. hah... benar, itu bukan urusan ku jika kau kembali tersakiti itu bukanlah urusan ku lagi. aku tak mempunyai hak untuk memberi kehangatan lagi, tak memiliki hak untuk selalu menghapus air mata mu. ^-^
Dear Sirius, Ada beberapa waktu aku merindukan kenangan kita.   Hanya saja, kenangan itu berlaku untukku. Aku mencoba untuk menjangkau kamu, sayangnya, kamu terlalu jauh. Tidak menggapai hadirku Tidak ada aku dalam duniamu, yang tersisa Sirius, duniamu begitu tinggi, hingga menggapaimu terlalu sulit. 2 minggu yang lalu, Hatiku memberontak, aku beranikan diri untuk menemuimu Tapi Sirius, kamu menolak Tidak dengan katakata, kamu tidak menemui-ku Juga tidak memberiku kabar, atau hanya sekedar menyapa Sirius, Aku menganggap kamu menjauh Jauh hingga tak tergapai Duniamu bukan aku Tapi hingga saat ini, duniaku adalah kamu. Sirius, Hingga aku menulis hari ini Hatiku masih memberontak Tapi aku bisa mengendalikannya, Terimakasih atas semua hal baik yang pernah kamu lakukan Terimakasih, kamu yang berjanji dan menenangkan-ku saat itu Terimakasih, atas hadir-mu Dan aku rindu.