Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

seiring bayangan dirinya

Hujan membasahi jendela Hujan menampar wajahnya yang duduk termenung tanpa melempar murung mungkin jiwanya terbelenggu karna tak masuk dalam dunia sendiri atau jiwa yang sedang menunggu untuk bisa bangkit berdiri dalam hujan dingin ku tatap kekelaman mungkin jiwanya sedang memberontak hatinya sedang berteriak ulur tangan hanya ditatap mungkinkah tak menghadap atau telah menetap tapi tak mampu berharap dinginnya hujan malam tak ia hiraukan malam yang begitu kelam membuatnya semakin kebasahan tapi ia masih tak bergeming rasakan tetesan yang membasahinya air mata yang jatuh seiring hujan mengganti racun jingga ketika apa yang terjadi dia hanya duduk terdiam mencoba menenangkan diri dalam kabut malam lalu aku terpejam mata bayang kendaraan tuk pergi disaat itu tiba ku ingin mereka menyesali ketika apa yang terjadi ku hanya berdiam diri menetralkan apa yang menghujam dalam hening nya malam...