Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

yang tersisa hanyalah hari ini

yang tersisa hanya lah hari ini... ada satu hal pada hari ini yang akan aku katakan, pintu itu, pintu masa lalu kini telah tertutup, namun pintu masa depan belum tiba karena nya,,, aku hanya memusatkan pikiran ku untuk hari ini, mungkin hari terakhir. hari ini banyak hal dan terlalu banyak hal yang harus dikerjakan, untuk hari terakhir. setelah semuanya terjadi, aku baru mengerti mengapa aku terlalu tersakiti? aku terlalu puas untuk apa yang aku dapatkan,sehingga aku lupa mempersiapkan hatiku untuk ke depan. dan ketika hal yang menyakitkan tiba, maka aku tak bisa menerima nya. karena dari awal aku belum mempersiapkan hati ku untuk terluka. hari kemarin, aku tak pernah berharap bahwa hari kemarin dapat terulang di esok hari. karena sekali lagi aku tak ingin menjadi luka untuk diri ku sendiri. harus aku putuskan, bahwa hari ini adalah hari terakhir, melepaskan semua ketakutan ku, meninggalkan kesedihan ku agar aku bisa bahagia untuk hari esok. maka,,, jika kau ingin menga...

EMBUN...

embun  pagi, membuat jiwa yang dingin menjadi lebih dingin. Merasuki jiwa yang tak mampu bertahan. Dalam sebuah  kisah,hanya ada awal dan akhir dan hanya itu dipandang. Ketika waktu berhenti,maka semua kehidupan berhenti. Namun, jiwa yang dingin diam menjadi kaku. Dalam sebuah cerita, ada yang diunggulkan dan ada yang dibuang. Maka jiwa yang dingin sebagai apakah engkau? Dalam kehidupan nyata, hanya ada cerita dalam penghampaan jiwa,maka jiwa yang dingin buang saja? Maka, ketika mereka menggores luka masih pantaskah embun menutupnya? Membawa pergi,meneteskan setiap kisah-kisah nya pada jiwa yang lemah, membagi cerita bahwa aku juga penikmat dalam Kisah Embun Pagi...