embun pagi, membuat jiwa yang dingin menjadi lebih dingin. Merasuki jiwa yang tak mampu bertahan. Dalam sebuah kisah,hanya ada awal dan akhir dan hanya itu dipandang.
Ketika waktu berhenti,maka semua kehidupan berhenti. Namun, jiwa yang dingin diam menjadi kaku.
Dalam sebuah cerita, ada yang diunggulkan dan ada yang dibuang. Maka jiwa yang dingin sebagai apakah engkau?
Dalam kehidupan nyata, hanya ada cerita dalam penghampaan jiwa,maka jiwa yang dingin buang saja?
Maka, ketika mereka menggores luka masih pantaskah embun menutupnya?
Membawa pergi,meneteskan setiap kisah-kisah nya pada jiwa yang lemah, membagi cerita bahwa aku juga penikmat dalam Kisah Embun Pagi...

Komentar
Posting Komentar