Langsung ke konten utama

Kenangan di Masa itu

Sirius, kau tau kan mereka?
mereka yang selama 2 thun mmbuat kepala ku hmpr pecah, yang membuat otak ku penuh dengan semua tingkah menjenuhkan itu.
kau tau kan mereka?
mereka yang selama 2 thun membuat aku bingung dengan diri ku sendiri, mereka yang membuat aku sulit mengontrol emosi ku
kau tau kan mereka?
mereka yang mengubah ku, berubah menjadi tak apatis lagi. mengubah ku menjadi pribadi yang penuh dengan canda, tawa bahagia. membuat ku bisa memiliki banyak teman, bergaul dan merangkul semuanya.
kau tau kan betapa mereka menjaga ku? kau tau itu.
Sirius, hari ini aku akan menangis. bukan dia tapi mereka. tentang bagaimana aku dan mereka bertemu, tentang bagaimana mereka mengubah ku, tentang bagaimana mereka membuat hari hari disekolah ku menjadi menyenangkan, tanpa harus berpikir keras tentang buku buku yang menumpuk dimeja ku. tapi, mereka tetap mendukung ku dengan keberhasilan ku.
kau tau kan mereka adalah tawa ku? iya, kau pun tau.
hari ini, aku tidak tertawa. dan aku tak bisa menjamin tawa yang sama seperti bahagia ku saat itu. mereka tertawa karena mereka menyenangkan bukan tertawa menindas seseorang yang lemah. ini yang tak ku temukan di kuliahan ku. aku merindukan masa itu,Sirius. merindukan bagaimana kami saling menggenggam erat tangan satu sama lain ketika satu diantara kami jatuh, merindukan tawa yang menyenangkan dari mereka, merindukan kata kata puitis dari sang 'pelopor', merindukan semua kejadian yang terjadi di Masa itu. berjalan, melangkah, tertawa, menangis, marah, bercanda, kelaparan, kepanasan, kehujanan, semuanya dilalui bersama.
kau tau kan Sirius, bahwa mereka sangat berarti bagi ku. untuk satu ini, kau tak mengetahui nya. kebahagiaan ku. yangterenggutdariakarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku setelah dua jam kedepan?

Dua jam Lagi maka aku telah melewati 1 tahun ini dengan tahun yang sama seperti sebelumnya, tanpa tawa. Sebelumnya, aku berpikir bahwa tempat itu, mungkin akan membawa ku pada hidup yang menarik. Dengan cerita lucu, menantang dan sebagainya. Tapi, pada akhirnya sama saja. Aku berada pada titik yang memintaku untuk menyerah. Tapi, didetik detik menyerahnya aku, ada dua orang yang menarik ku untuk berhenti pada pemikiran bodoh itu. Sirius, aku rasa aku yang bermasalah. Pada setelah dua jam kedepan, aku berharap agar kau dapat menghentikan perasaan bodoh ini. Aku rasa, aku terlalu naif untuk bersama dengan orang- orang yang sempurna sedangkan aku tidak. Kenapa aku menuntut mereka untuk mengerti sedangkan aku sendiri tidak? Kenapa aku menuntut mereka untuk berubah sedangkan aku tidak? Ataukah, aku yang terlalu egois? Pada setelah dua jam kedepan, bagaimana aku harus mengubah perasaan ini agar dua jam setelah ini aku bisa kembali menjadi diriku yang ceria dan semangat? Dua ...

hujan ini...

hem,,, Hujan di malam ini,,, mengingatkan aku, hari dimana kau mengingkari,  hari dimana kau mengatakan Cinta, Cinta kepada Cinta lama mu. hujan di malam ini... mewakilkan perasaan ku, melukiskan semua kesakitan hatiku karena perkataan mu. tak ingatkah disaat kau dan aku bersama menelusuri pantai nan indah, kau berjanji akan dan selalu membutuhkan ku. dan sekarang aku menyadari bahwa kata kata mu bukanlah " aku akan selalu mencintaimu". benar, terserah pada mu. semua keputusan ada pada diri mu. sekarang memilih dia yang menyakiti mu bukan aku yang benar benar tulus pada mu. hah... benar, itu bukan urusan ku jika kau kembali tersakiti itu bukanlah urusan ku lagi. aku tak mempunyai hak untuk memberi kehangatan lagi, tak memiliki hak untuk selalu menghapus air mata mu. ^-^

GeDuNG sErBagUnA

saat pertama tiba kami berfoto bersama, pemandangannya asri. ketika masuk lebih dalam, ilmu kami semakin bertambah. banyak ilmu ilmu sains yang selama ini hanya kami bayang dan kami takar hari ini kami lihat secara langsung.  hem,,, sayangnya gedung serba guna itu sepi. kata Mutia "ibarat ilalang di hamparan tanah lapang. tak pernah disentuh dan dilihat" menyusun angka dan penjumlahannya, melihat sulap yang selama ini dilakukan di Tv ternyata itu sebagian dari ilmu fisika. hah,,, kata Sari " tambah bernafsu untuk lebih menjelajahi seluk beluk fisika"   kalo kata saya "disana ibarat jutaan permainan yang membangkitkan sifat kekanakkan tapi menambah wawasan. benar ilalang, tapi berharap agar ilalang yang kesepian tersebut dapat tumbuh menjadi sebuah pemandangan yang asri. dengan menjaga, merawat dan menemani kekosongan tersebut."