Langsung ke konten utama

Kemarin Sore

Yang datang itu adalah yang siap untuk ku sambut,,,
sama seperti Kau.
Aku hanya lah seorang gadis biasa yang mencintai dengan ketulusan hati. Hanya itu yang ku tahu.
Dan ketika kau datang kemarin,, perasaan itu semakin tumbuh. Tawa mu dengan sedikit guratan di sudut mata, senyum mu dengan penuh ketulusan, dan suara mu penuh dengan ketenangan. Salahkah? salahkah aku memiliki nya?
Yang datang kemarin adalah tawa yang sesungguhnya,,,
adalah kau.
Tawa bahagia yang tertorehkan itu tak sengaja aku sadari beberapa hari lalu. Saat itu, di sore itu. Kita duduk bersama teman ku, berbincang. Meski apa yang kita bincangkan itu tak penting sama sekali. Berdebat tentang hal yang konyol. Mengatakan bahwa aku sudah berubah, mengatakan bahwa kau harus keluar dari zona nyaman mu.
Yang datang kemarin adalah rahasia besar yang selalu ku sembunyikan...
tentu saja kau.
Rahasia yang selalu aku jaga kemurniannya. Rahasia yang nantinya ku bagikan, setelah kau dan ayah ku bertemu dan bersalaman.
maka, sebelum waktu itu. Sama seperti apa yang aku lakukan. Kau pun sama, menjaga hati mu. menjaga jiwa mu, hanya untuk orang yang selalu berdo'a menanti mu.


salam bahagia.

R.

Komentar

  1. waaaaaaaaaaaa.....
    aku tau ini kapan,^^
    cuit cuiit.. aku aamiin kan paragraf ke 8..
    #gagalmoveon_pascoakhirapril_uhuuyy

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku setelah dua jam kedepan?

Dua jam Lagi maka aku telah melewati 1 tahun ini dengan tahun yang sama seperti sebelumnya, tanpa tawa. Sebelumnya, aku berpikir bahwa tempat itu, mungkin akan membawa ku pada hidup yang menarik. Dengan cerita lucu, menantang dan sebagainya. Tapi, pada akhirnya sama saja. Aku berada pada titik yang memintaku untuk menyerah. Tapi, didetik detik menyerahnya aku, ada dua orang yang menarik ku untuk berhenti pada pemikiran bodoh itu. Sirius, aku rasa aku yang bermasalah. Pada setelah dua jam kedepan, aku berharap agar kau dapat menghentikan perasaan bodoh ini. Aku rasa, aku terlalu naif untuk bersama dengan orang- orang yang sempurna sedangkan aku tidak. Kenapa aku menuntut mereka untuk mengerti sedangkan aku sendiri tidak? Kenapa aku menuntut mereka untuk berubah sedangkan aku tidak? Ataukah, aku yang terlalu egois? Pada setelah dua jam kedepan, bagaimana aku harus mengubah perasaan ini agar dua jam setelah ini aku bisa kembali menjadi diriku yang ceria dan semangat? Dua ...

hujan ini...

hem,,, Hujan di malam ini,,, mengingatkan aku, hari dimana kau mengingkari,  hari dimana kau mengatakan Cinta, Cinta kepada Cinta lama mu. hujan di malam ini... mewakilkan perasaan ku, melukiskan semua kesakitan hatiku karena perkataan mu. tak ingatkah disaat kau dan aku bersama menelusuri pantai nan indah, kau berjanji akan dan selalu membutuhkan ku. dan sekarang aku menyadari bahwa kata kata mu bukanlah " aku akan selalu mencintaimu". benar, terserah pada mu. semua keputusan ada pada diri mu. sekarang memilih dia yang menyakiti mu bukan aku yang benar benar tulus pada mu. hah... benar, itu bukan urusan ku jika kau kembali tersakiti itu bukanlah urusan ku lagi. aku tak mempunyai hak untuk memberi kehangatan lagi, tak memiliki hak untuk selalu menghapus air mata mu. ^-^

GeDuNG sErBagUnA

saat pertama tiba kami berfoto bersama, pemandangannya asri. ketika masuk lebih dalam, ilmu kami semakin bertambah. banyak ilmu ilmu sains yang selama ini hanya kami bayang dan kami takar hari ini kami lihat secara langsung.  hem,,, sayangnya gedung serba guna itu sepi. kata Mutia "ibarat ilalang di hamparan tanah lapang. tak pernah disentuh dan dilihat" menyusun angka dan penjumlahannya, melihat sulap yang selama ini dilakukan di Tv ternyata itu sebagian dari ilmu fisika. hah,,, kata Sari " tambah bernafsu untuk lebih menjelajahi seluk beluk fisika"   kalo kata saya "disana ibarat jutaan permainan yang membangkitkan sifat kekanakkan tapi menambah wawasan. benar ilalang, tapi berharap agar ilalang yang kesepian tersebut dapat tumbuh menjadi sebuah pemandangan yang asri. dengan menjaga, merawat dan menemani kekosongan tersebut."