Aku tatap cermin dengan bayang
Yang menggambarkan seseorang
Matanya kosong dan sendu
Nanar terpancar begitu saja...
Ia tatap bayang itu...
sedikit mengukir senyum
Tapi, mengapa terasa sakit?
Pahit saat melihat lukisanmu
Bibirnya terkatup...
Membayangkan cerita indah baginya
Ia bernostalgia tentang gambar kehidupannya yang tiada berujung
Sebulir air mata mengalir
Tuhan...
Ia menangis.
Tangis yang menggambarkan betapa rapuhnya dia.
Cermin...
Bisakah kau retak saat ini?
Hingga ia tak dapat melihat
Wajah yang tiada kehidupannya
Komentar
Posting Komentar