Hari yang penuh dengan lelah
Selalu bersembunyi dalam hayalnya
Diam tak dapat menatap mata menyenangkan itu.
Hari yang cerah pada awal musim
Bersemi dengan indah disetiap warna
Lalu berguguran menguning layu tanpa bersiramkan air.
Hari yang seharusnya tak terjadi untuk kedua kalinya. Mengalir begitu saja
Tak bertuan, tak berpemilik. Sepi.
Dan hari itu datang.
Bukankah? Bukankah aku memintanya pergi.
Mencabut setiap cerita yang pernah membuatnya mati!
Menghapus setiap jejak yang dilalui dengan indah itu. Karena.
Karena, aku terlalu takut untuk terluka lagi.
Pada pagi yang tak
Secerah kemarin.
Pada kisah yang tak
Semenawan Senja.
Rabu, 03 Agustus 2016
Sirius
Komentar
Posting Komentar