Sirius, malam ini aku ingin menumpahkan sedikit rahasia yang membuat mata ini gelap.
5 tahun yang lalu, disaat semua orang menjauhi ku karena berpikir tentang kediamanku yang dianggap sebagai suatu kesombongan. Seseorang datang menghampiriku. Tanpa peduli apa yang dikatakan orang orang disekelilingnya. Ia menggenggamku. Disaat semua orang tak paham dengan sifatku, ia memahami apa yang aku pikirkan, bagaimana aku berperilaku sepantasnya.
Disaat aku diam dalam kesepianku, ia datang membawa tawa yang hampir lupa aku torehkan dalam hidupku.
Ia bukan cinta yang selama ini diagungkan oleh kebanyakan orang. Ia hanya bagian kecil yang terkadang tak berarti bagi orang yang memuja cinta.
Ia datang padaku tanpa ragu.
Ada banyak sekali waktu yang ia minta padaku untuk sekedar menghilangkan jenuhnya, ketika ia pusing dengan sejumlah perlombaan basketnya. Tapi, selalu ku tolak. Entah kenapa? Aku seegois itu.
Dan sekarang setelah berapa tahun angin itu hilang. Aku menyadari, tak banyak waktu yang aku habiskan bersamanya. Pikiran ini terlintas begitu saja ketika aku dan temanku pergi ke suatu tempat dan bercerita banyak hal. Satu hal yang aku sadari, aku telah kehilangan sahabat istimewa dalam hidupku. Bahkan sejak ia pergi, aku kembali lupa bagaimana tertawa yang sesungguhnya?
Jika kau ingat, lima tahun sudah jalinan itu, kawan.
Jika kau ingat, tiga tahun sudah tawa yang kau kirimkan pada ku,kawan.
Jika kau ingat, tiga tahun sudah kau menjagaku dalam setiap waktumu,kawan.
Jika kau ingat, tiga tahun sudah kau merubahku, kawan.
Jika kau ingat, bertahun tahun sudah kau membuatku berharap akan kembali tanpa ada perubahan sedikitpun.
Jika kau ingat, bertahun tahun sudah kau membuatku menunggu kedatanganmu kembali menggenggam tanganku, kawan.
Dan jika kau tahu, aku hampir lupa bagaimana kau ajari aku untuk bahagia.
Aku harap, saat kau kembali nanti. Sudah begitu banyak cerita yang akan kau bagikan padaku. Menjadi penghantar tidurku seperti waktu itu. Begitu juga denganku, banyak hal yang telah aku bungkus dengan indah untuk aku bagikan padamu. Agar kau tahu, bagaimana hidupku beberapa tahun ini.
Selamat bertemu, anginku.
5 tahun yang lalu, disaat semua orang menjauhi ku karena berpikir tentang kediamanku yang dianggap sebagai suatu kesombongan. Seseorang datang menghampiriku. Tanpa peduli apa yang dikatakan orang orang disekelilingnya. Ia menggenggamku. Disaat semua orang tak paham dengan sifatku, ia memahami apa yang aku pikirkan, bagaimana aku berperilaku sepantasnya.
Disaat aku diam dalam kesepianku, ia datang membawa tawa yang hampir lupa aku torehkan dalam hidupku.
Ia bukan cinta yang selama ini diagungkan oleh kebanyakan orang. Ia hanya bagian kecil yang terkadang tak berarti bagi orang yang memuja cinta.
Ia datang padaku tanpa ragu.
Ada banyak sekali waktu yang ia minta padaku untuk sekedar menghilangkan jenuhnya, ketika ia pusing dengan sejumlah perlombaan basketnya. Tapi, selalu ku tolak. Entah kenapa? Aku seegois itu.
Dan sekarang setelah berapa tahun angin itu hilang. Aku menyadari, tak banyak waktu yang aku habiskan bersamanya. Pikiran ini terlintas begitu saja ketika aku dan temanku pergi ke suatu tempat dan bercerita banyak hal. Satu hal yang aku sadari, aku telah kehilangan sahabat istimewa dalam hidupku. Bahkan sejak ia pergi, aku kembali lupa bagaimana tertawa yang sesungguhnya?
Jika kau ingat, lima tahun sudah jalinan itu, kawan.
Jika kau ingat, tiga tahun sudah tawa yang kau kirimkan pada ku,kawan.
Jika kau ingat, tiga tahun sudah kau menjagaku dalam setiap waktumu,kawan.
Jika kau ingat, tiga tahun sudah kau merubahku, kawan.
Jika kau ingat, bertahun tahun sudah kau membuatku berharap akan kembali tanpa ada perubahan sedikitpun.
Jika kau ingat, bertahun tahun sudah kau membuatku menunggu kedatanganmu kembali menggenggam tanganku, kawan.
Dan jika kau tahu, aku hampir lupa bagaimana kau ajari aku untuk bahagia.
Aku harap, saat kau kembali nanti. Sudah begitu banyak cerita yang akan kau bagikan padaku. Menjadi penghantar tidurku seperti waktu itu. Begitu juga denganku, banyak hal yang telah aku bungkus dengan indah untuk aku bagikan padamu. Agar kau tahu, bagaimana hidupku beberapa tahun ini.
Selamat bertemu, anginku.

Komentar
Posting Komentar