Langsung ke konten utama

Gara- gara Dia!

Terlepas dari hilangnya motor salah satu anak dikelas, ( maaf tidak bisa membantu ) tapi dia ( perempuan yg sering dikaitkan dg mu) terus khawatir dg keadaanmu ckckck.

Beberapa hari ini aku sedikit galau. Tidak suka ngobrol, tidak suka ketawa, dan tidak suka membahas hal yang lain kecuali DIA. Mungkin hampir sama seperti Cinta dalam perannya di AADC setelah membaca buku AKU (Chairil Anwar). Sama seperti itu, aku juga. Bedanya, terletak pada buku yang membuat hati tak menentu.

Mungkin bisa dikatakan KESAL dan MARAH ( mungkin kalian akan beranggapan lebay bnget nih anak, cuma krna buku? ) iya, karena buku. Dan aku hanyut didalamnya.

Aku setuju jika dalam berhubungan ( entah itu persahabatan, cinta atau apapun) kita tidak berhak mengekang pasangan, karena dia bukan milik kita sepenuhnya. Karena dia, punya kehidupan yang tidak mungkin kita selami teramat dalam.
Tapi, dalam buku itu, tidak ada yang berpikir untuk membicarakan masalah dengan baik2. Setidaknya, komunikasi itu penting dlm hubungan.

Hingga pada akhirnya, mereka yang menyatu dalam keindahan dan kebahagiaan, harus berpisah tanpa kejelasan. Seandainya, mereka terbuka satu sama lain, seandainya mereka tidak terlalu mudah percaya kpd org lain, seandainya dan seandainya.....
Masih terlalu banyak kata seandainya...

Tapi, itu sudah terjadi. Dan hidup dengn kehidupan masing2. Aku tidak tahu kenapa mereka memilih berpisah. Karena aku sendiri tidak pernah berada pada situasi yg mengharuskan aku untuk mengambil pilihan.

Jika aku ada pada situasi itu, apakah aku akan sama, sirius?

Entahlah, kita lihat saja. Bagaimana akhir antara kau dan aku, sirius. Ketahuilah bahwa apa yang akan terjadi bukan atas kehendakku. Ada tangan lain yang ikut campur, mempertemukan dan memisahkan kita nanti. Mungkin.

Selamat malam, Sirius.
Semoga kau berhasil menemukan keberadaanku. 😊

Dan untuk kau ( sabar ya... mungkin DIA akan menggantikan yang lebih dari yang hilang).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku setelah dua jam kedepan?

Dua jam Lagi maka aku telah melewati 1 tahun ini dengan tahun yang sama seperti sebelumnya, tanpa tawa. Sebelumnya, aku berpikir bahwa tempat itu, mungkin akan membawa ku pada hidup yang menarik. Dengan cerita lucu, menantang dan sebagainya. Tapi, pada akhirnya sama saja. Aku berada pada titik yang memintaku untuk menyerah. Tapi, didetik detik menyerahnya aku, ada dua orang yang menarik ku untuk berhenti pada pemikiran bodoh itu. Sirius, aku rasa aku yang bermasalah. Pada setelah dua jam kedepan, aku berharap agar kau dapat menghentikan perasaan bodoh ini. Aku rasa, aku terlalu naif untuk bersama dengan orang- orang yang sempurna sedangkan aku tidak. Kenapa aku menuntut mereka untuk mengerti sedangkan aku sendiri tidak? Kenapa aku menuntut mereka untuk berubah sedangkan aku tidak? Ataukah, aku yang terlalu egois? Pada setelah dua jam kedepan, bagaimana aku harus mengubah perasaan ini agar dua jam setelah ini aku bisa kembali menjadi diriku yang ceria dan semangat? Dua ...

hujan ini...

hem,,, Hujan di malam ini,,, mengingatkan aku, hari dimana kau mengingkari,  hari dimana kau mengatakan Cinta, Cinta kepada Cinta lama mu. hujan di malam ini... mewakilkan perasaan ku, melukiskan semua kesakitan hatiku karena perkataan mu. tak ingatkah disaat kau dan aku bersama menelusuri pantai nan indah, kau berjanji akan dan selalu membutuhkan ku. dan sekarang aku menyadari bahwa kata kata mu bukanlah " aku akan selalu mencintaimu". benar, terserah pada mu. semua keputusan ada pada diri mu. sekarang memilih dia yang menyakiti mu bukan aku yang benar benar tulus pada mu. hah... benar, itu bukan urusan ku jika kau kembali tersakiti itu bukanlah urusan ku lagi. aku tak mempunyai hak untuk memberi kehangatan lagi, tak memiliki hak untuk selalu menghapus air mata mu. ^-^

GeDuNG sErBagUnA

saat pertama tiba kami berfoto bersama, pemandangannya asri. ketika masuk lebih dalam, ilmu kami semakin bertambah. banyak ilmu ilmu sains yang selama ini hanya kami bayang dan kami takar hari ini kami lihat secara langsung.  hem,,, sayangnya gedung serba guna itu sepi. kata Mutia "ibarat ilalang di hamparan tanah lapang. tak pernah disentuh dan dilihat" menyusun angka dan penjumlahannya, melihat sulap yang selama ini dilakukan di Tv ternyata itu sebagian dari ilmu fisika. hah,,, kata Sari " tambah bernafsu untuk lebih menjelajahi seluk beluk fisika"   kalo kata saya "disana ibarat jutaan permainan yang membangkitkan sifat kekanakkan tapi menambah wawasan. benar ilalang, tapi berharap agar ilalang yang kesepian tersebut dapat tumbuh menjadi sebuah pemandangan yang asri. dengan menjaga, merawat dan menemani kekosongan tersebut."