Langsung ke konten utama

Langit Tak Sombong




             Langit akan tetap biru, tak berubah
             Meski kau muram, marah
             Awan tetap akan bergerak
             Meski kau menolak, berteman

                      Tak ada yang mengitarimu
                       Awan langit dan seisinya
                      Memiliki tugasnya sendiri
                      Juga dengamu, membisu.

              Matahari tak mengikutimu
              Bumi tak berputar bersamamu
              Tanah tak kau pijak sendiri
               Lantas, pantaskah dirimu?
              Berlagak menggoyangkan bahu
              memandang sinis tanpa tahu
              Bak langit ketujuh?

                                                  

                Note :

 Sore Langit, hari ini anehkan?
 Tampaknya kamu ingin menyombongkan diri, menampakkan keindahanmu diatas sana.
 Aku akui, kamu memang indah. sangat indah. bagaimanapun kondismu, kamu tetap indah. karena sejujurnya, tak ada yang mampu mengalahkan ciptaan-Nya.

Tapi, seseorang datang menampakkan keangkuhan.
dia disana, berpikir ia satunya ciptaan sang Maha Cipta dengan segala kesempurnaan.
Hey,, haruskah aku menegurnya?
Mengatakan bahwa kamu lebih indah. jauuuuh sekali. bahkan kamu tak menyakiti mata orang lain untuk melihat keindahanmu. bagaimana dia bisa?

Sudahlah, Langit. Sabar saja. Didunia ini banyak manusia mengaku lebih sempurna. Manusia memberi label kecantikan untuk diri mereka. Aku beruntung bisa melihat keindahanmu sebagai langit biru. bersih tanpa noda. Untung saja, kamu Langit!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku setelah dua jam kedepan?

Dua jam Lagi maka aku telah melewati 1 tahun ini dengan tahun yang sama seperti sebelumnya, tanpa tawa. Sebelumnya, aku berpikir bahwa tempat itu, mungkin akan membawa ku pada hidup yang menarik. Dengan cerita lucu, menantang dan sebagainya. Tapi, pada akhirnya sama saja. Aku berada pada titik yang memintaku untuk menyerah. Tapi, didetik detik menyerahnya aku, ada dua orang yang menarik ku untuk berhenti pada pemikiran bodoh itu. Sirius, aku rasa aku yang bermasalah. Pada setelah dua jam kedepan, aku berharap agar kau dapat menghentikan perasaan bodoh ini. Aku rasa, aku terlalu naif untuk bersama dengan orang- orang yang sempurna sedangkan aku tidak. Kenapa aku menuntut mereka untuk mengerti sedangkan aku sendiri tidak? Kenapa aku menuntut mereka untuk berubah sedangkan aku tidak? Ataukah, aku yang terlalu egois? Pada setelah dua jam kedepan, bagaimana aku harus mengubah perasaan ini agar dua jam setelah ini aku bisa kembali menjadi diriku yang ceria dan semangat? Dua ...

hujan ini...

hem,,, Hujan di malam ini,,, mengingatkan aku, hari dimana kau mengingkari,  hari dimana kau mengatakan Cinta, Cinta kepada Cinta lama mu. hujan di malam ini... mewakilkan perasaan ku, melukiskan semua kesakitan hatiku karena perkataan mu. tak ingatkah disaat kau dan aku bersama menelusuri pantai nan indah, kau berjanji akan dan selalu membutuhkan ku. dan sekarang aku menyadari bahwa kata kata mu bukanlah " aku akan selalu mencintaimu". benar, terserah pada mu. semua keputusan ada pada diri mu. sekarang memilih dia yang menyakiti mu bukan aku yang benar benar tulus pada mu. hah... benar, itu bukan urusan ku jika kau kembali tersakiti itu bukanlah urusan ku lagi. aku tak mempunyai hak untuk memberi kehangatan lagi, tak memiliki hak untuk selalu menghapus air mata mu. ^-^

GeDuNG sErBagUnA

saat pertama tiba kami berfoto bersama, pemandangannya asri. ketika masuk lebih dalam, ilmu kami semakin bertambah. banyak ilmu ilmu sains yang selama ini hanya kami bayang dan kami takar hari ini kami lihat secara langsung.  hem,,, sayangnya gedung serba guna itu sepi. kata Mutia "ibarat ilalang di hamparan tanah lapang. tak pernah disentuh dan dilihat" menyusun angka dan penjumlahannya, melihat sulap yang selama ini dilakukan di Tv ternyata itu sebagian dari ilmu fisika. hah,,, kata Sari " tambah bernafsu untuk lebih menjelajahi seluk beluk fisika"   kalo kata saya "disana ibarat jutaan permainan yang membangkitkan sifat kekanakkan tapi menambah wawasan. benar ilalang, tapi berharap agar ilalang yang kesepian tersebut dapat tumbuh menjadi sebuah pemandangan yang asri. dengan menjaga, merawat dan menemani kekosongan tersebut."