Langsung ke konten utama

SENJA



Pertama kali saya bertemu dengan Sirius pada bulan Juli tahun 2010. Saat itu hari Rabu, jam olahraga. Saya terpukul karena masuk kedalam kelas yang tidak saya sukai. Kenapa? karena kelas itu dikenal dengan kelas badungan. Banyak anak-anak nakal yang masuk ke kelas itu. Tapi, sekarang rasanya sangat beruntung. Karena, jika saya tidak masuk kekelas itu, saya tidak akan mengenalmu Sirius, tidak ada kenangan di masa masa SMP-ku, tidak ada sahabat, dan tidak ada cerita ini.

Baiklah Sirius, sekarang sudah malam. Dan rasanya hatiku memberontak untuk mengingat kenangan manis itu lagi. Semua orang sudah pergi kedalam buaian malam dan hembusan angin ditemani rintikan hujan. Tapi, rasanya sekarang waktu yang tepat untuk saya membagikan kenangan kita. Sedikit saja. Lalu, akan saya lanjutkan lagi. Nanti. Saya rasa rintikan hujan itu akan membantu saya dalam mengingat sedikit demi sedikit kenangan itu, Sirius. Saya akan memulai dari awal pertemuan kita.

Hari Rabu dibulan Juli 2010,
selepas jam olahraga, Sirius menghampiriku dan bertanya padaku

" Kamu bisa memasang dasi?"
saya menahan tawa. Lalu mengikatkan dasinya.

" Tidak terlalu bisa. Tidak berbentuk segitiga." saya selesai memasangkan dasinya.

Dia tersenyum simpul, 

" haha,, saya pikir kamu orang yang serius. "

sejak saat itu, kita menjadi dekatkan Sirius?
Saya menganggapnya kita dekat! Tidak peduli apa kata orang.

Lalu, hari berjalan dan terus berganti. Dari musim Kemarau hingga musim hujan. Kita semakin dekat. Ketika tidak ada guru, Sirius datang ke meja Kami ( termasuk teman sebangku-ku menjadi teman dekat Sirius. Saya dan Sirius berbeda bangku. Sirius duduk di barisan kedua dari pintu masuk, dengan  meja nomor 2). Ketika Sirius datang, tempat duduk-ku terasa sempit haha, karena saya harus berbagi kursi dengannya. Tapi, rasanya senang sekali bisa berbicara dengan sangat dekat pada Sirius. Atau hanya sekedar mencoret-coret buku pelajaran-ku. Sirius tidak hanya asal coret, dia menulis kalimat nasehat atau kalimat yang membuat saya terharu.

contohnya seperti, " setiap orang memiliki karakter yang berbeda,dek. Kamu tidak bisa mengubah karakter tersebut menjadi sesuai keinginan-mu. Karakter seseorang adalah identitas orang tersebut. Jika kamu mengubahnya menjadi sesuai keinginan-mu. Itu kamu, bukan dirinya. Cobalah untuk memahami bukan mengubah sesuai perspektifmu".

kenapa dia menulis itu?
karena saat itu saya cemburu. Cemburu pada teman dekatnya yang lain. tapi, sekarang saya tidak akan menceritakan tentang teman dekatnya. Hanya kenangan kita saja.

Saya masih kesal. Tapi dia selalu bersikap dewasa seperti layaknya seorang kakak. Itu sebabnya, saya terbuai dengan kehadiran-mu. Dia memahami saya lebih dari siapapun.

Dan, harinya tiba. Hari dimana saya tidak ingin ini terjadi.
hari yang saya sesali.
Saya bertengkar dengannya. Tapi kita tidak pernah bertengkar lama. Esoknya, dia akan meminta maaf, meski dia tidak tahu salahnya apa. Iya, benar. saya seegois itu! Dan Kamu, tahu bagaimana harus bersikap. itu sebabnya, saya terbuai dengan-mu.

Dia akan datang ke meja-ku. Dan berbincang dengan teman sebangku-ku. Dia tidak akan menggangguku. karena saya sedang marah.
Dia datang setidaknya untuk memastikan bahwa saya baik-baik saja. Lalu setelah itu, dia akan duduk disebelahku. Dan meminta maaf dengan caranya yang sedikit cuek.

" Hei, ngapain? cari uang jatoh?" tanya-mu
( karena, kebiasaan saya dari dulu adalah menundukkan kepala saya ke meja. Seolah sedang mencari sesuatu. Padahal hanya sekedar nyaman dengan itu).

" nggak" jawab saya dengan judes, itu sebabnya kamu memanggil saya dengan " adik judes", saya suka panggilan itu. Dan Rindu...

" Maaf ya, hari ini saya main kerumah kamu."
 lalu ia kembali ke kursinya.
simple tapi saya suka cara dia. Sahabat-ku. My Special Power. it's you.
Dan begitulah saya berbaikan dengannya.

sudah sangat malam, Sirius.
Hati saya masih memberontak. Mungkin ingin bertemu.
Saya harap kamu membaca cerita ini, sebentar saja. Lalu kamu ingat tentang kita. Duluu sekali. Dan jika kamu tidak pulang tidak mengapa, itu adalah pilihan. Kamu dan aku tetap harus hidup. tetap harus tertawa, tetap harus bersahabat bagi yang lain. seperti sungai, mengalir. itu yang kamu ajarkan padaku. duluu sekali.

esok atau esok lusa, mungkin hati saya akan terus meminta untuk mengingat-mu. Tapi tak mengapa. itu adalah pilihan saya. untuk terus mengingat, benar bukan?
esok atau esok lusa, mungkin saya akan menulis lagi. tentang kita. Jangan pergi dahulu sebelum semuanya tertulis. Agar suatu hari nanti, saya bisa kembali membaca kenangan kita. disini. tanpa harus mengingatnya dengan payah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku setelah dua jam kedepan?

Dua jam Lagi maka aku telah melewati 1 tahun ini dengan tahun yang sama seperti sebelumnya, tanpa tawa. Sebelumnya, aku berpikir bahwa tempat itu, mungkin akan membawa ku pada hidup yang menarik. Dengan cerita lucu, menantang dan sebagainya. Tapi, pada akhirnya sama saja. Aku berada pada titik yang memintaku untuk menyerah. Tapi, didetik detik menyerahnya aku, ada dua orang yang menarik ku untuk berhenti pada pemikiran bodoh itu. Sirius, aku rasa aku yang bermasalah. Pada setelah dua jam kedepan, aku berharap agar kau dapat menghentikan perasaan bodoh ini. Aku rasa, aku terlalu naif untuk bersama dengan orang- orang yang sempurna sedangkan aku tidak. Kenapa aku menuntut mereka untuk mengerti sedangkan aku sendiri tidak? Kenapa aku menuntut mereka untuk berubah sedangkan aku tidak? Ataukah, aku yang terlalu egois? Pada setelah dua jam kedepan, bagaimana aku harus mengubah perasaan ini agar dua jam setelah ini aku bisa kembali menjadi diriku yang ceria dan semangat? Dua ...

hujan ini...

hem,,, Hujan di malam ini,,, mengingatkan aku, hari dimana kau mengingkari,  hari dimana kau mengatakan Cinta, Cinta kepada Cinta lama mu. hujan di malam ini... mewakilkan perasaan ku, melukiskan semua kesakitan hatiku karena perkataan mu. tak ingatkah disaat kau dan aku bersama menelusuri pantai nan indah, kau berjanji akan dan selalu membutuhkan ku. dan sekarang aku menyadari bahwa kata kata mu bukanlah " aku akan selalu mencintaimu". benar, terserah pada mu. semua keputusan ada pada diri mu. sekarang memilih dia yang menyakiti mu bukan aku yang benar benar tulus pada mu. hah... benar, itu bukan urusan ku jika kau kembali tersakiti itu bukanlah urusan ku lagi. aku tak mempunyai hak untuk memberi kehangatan lagi, tak memiliki hak untuk selalu menghapus air mata mu. ^-^

GeDuNG sErBagUnA

saat pertama tiba kami berfoto bersama, pemandangannya asri. ketika masuk lebih dalam, ilmu kami semakin bertambah. banyak ilmu ilmu sains yang selama ini hanya kami bayang dan kami takar hari ini kami lihat secara langsung.  hem,,, sayangnya gedung serba guna itu sepi. kata Mutia "ibarat ilalang di hamparan tanah lapang. tak pernah disentuh dan dilihat" menyusun angka dan penjumlahannya, melihat sulap yang selama ini dilakukan di Tv ternyata itu sebagian dari ilmu fisika. hah,,, kata Sari " tambah bernafsu untuk lebih menjelajahi seluk beluk fisika"   kalo kata saya "disana ibarat jutaan permainan yang membangkitkan sifat kekanakkan tapi menambah wawasan. benar ilalang, tapi berharap agar ilalang yang kesepian tersebut dapat tumbuh menjadi sebuah pemandangan yang asri. dengan menjaga, merawat dan menemani kekosongan tersebut."