01 Februari 2019,
Dirumah bersama angin yang cukup kencang dan suasana hati yang sedikit gundah-kesal. Saya mencoba menuangkan kembali kenangan demi kenangan yang sudah hampir hilang. Tapi, sebelum itu saya ingin menyampaikan tentang suatu hal padamu. Jika setelah ini saya tidak mengingat apapun, maka jangan salahkan saya. Karena, saya rasa sudah waktunya kenangan ini hilang. Telah lama dibungkus rapi, tidak baik untuk selalu disimpan.
Jika setelah ini, saya tidak ada. Jangan salahkan saya, karena setiap orang selalu memiliki hak untuk hidupnya. Termasuk kamu dan hidupmu!
Januari 2012 (Kalau tidak salah)
Kita dipenghujung waktu. Saya merasa bahwa waktu terus mengejar kita. Seolah memburu untuk merebutmu secara cepat.
Perlahan-lahan, keributan itu mulai hilang. Saya terbiasa asing atau menjadikan asing. Tapi tetap mencoba asyik ketika kamu datang.
Dan, kamu pun kembali menjadi sahabatku yang dulu... duluu sekali. Sebelum dia.
Kamu selalu menanyakan hariku. Atau berdiskusi tentang hal yang saya suka. setelah ini kemana?
Mau jadi apa? Pilih yang pasti saja.. atau hanya sekedar nasehat kecil. Dan saya kembali rindu.
Saat itu, insome ku datang. Kepala sakit, dan ada musibah cukup besar. Lalu, kau menemani saya. Membalas setiap cerita saya. Menemani saya, seolah saya percaya, bahwa saya TIDAK sendiri. Saat itu.
Kamu menjadi kakak yang menenangkan kegelisahan adiknya. Mencoba menempatkan diri. Saya kagum. Kita sama usia, tapi jelas berbeda pikiran. Saya kagum. Dan sekali lagi, saya kagum.
lalu, akhir itu tiba. Ditengah sibuk mempersiapkan UN, sibuk tes masuk SMA. Kamu juga sibuk untuk itu. Dan saya merasa kehilangan!
Kamu jauh.... jauh sekali.
Tidak ada obrolan biasanya, kita terlalu sibuk.
Dan akhirnya, saya bangga padamu. Kamu lulus di SMA favoritmu. sekali lgi saya bangga.
Kamu berhasil mengejar impianmu. saya bangga.
kamu sukses di basketmu. saya bangga.
dan kamu fokus dibidangmu. saya bangga.
tidak pernah saya merasa kecewa dengan semua pilihanmu, Sirius.
Hingga, akhirnya. Kamu memutuskan kontak. Kenapa? jangan ditanya. sampai sekarangpun, saya tidak mendapat jawabannya.
Dan hari ini, saya melihatmu tertawa atas kemenanganmu dan teammu... saya bangga.
Dan akan selalu bangga.
Tapi juga, hari ini. Kisah itu berakhir.
Dan cerita senja, akan selalu tetap disini. Mengingatkan saya, jika suatu hari nanti. Saya melupakan semuanya.
Terimakasih Sirius, atas ceritanya dan menjadi kisah saya.
termakasih sudah hadir
terimakasih sudah menyapaku, hari itu.
terimakasih sudah sabar menjadi sahabatku
terimakasih sudah mengenal dia
terimakasih sudah hidup hingga kini.
PLM
SALAM, CANI WITH LOVE

Komentar
Posting Komentar