Langsung ke konten utama

Vana Ilusion

Pagi hari bersama musik yang mengalun dari radio di rumah ini. Hari ini saya ingin bercerita perihal teman yang sempat menghilang. Teman yang terbunuh keadaan, duluu.

Dia datang lagi.
Teman yang kemarin saya ceritakan.
Dia sudah baik baik saja. Dia bahkan bisa tersenyum dan tertawa dengan orang lain. Dia memiliki teman. banyak sekali.
Saya rasa saya tidak perlu khawatir mengenainya lagi. Matanya tampak hidup. Ia sering berbincang dengan teman sebayanya. Meluapkan emosi yang seharusnya, saya pikir dia sudah memiliki pundak untuk bersandar. Tangan yang siap menghapus air matanya. Hati yang dengan tulus mendengarkan dan menasehatinya.

Dia memiliki semuanya.
Bahkan orangtuanya siap untuk mendengarkan keluh kesahnya tanpa penuntutan untuk menjadi sempurna.
Orangtuanya menggenggam erat tangannya ketika ia terjatuh. 
Orangtuanya memeluk dirinya ketika ia memikul beban berat.
Ia baik baik saja. sangat baik baik saja.
Orangtuanya menjadi sandaran dikala ia sedih, begitu juga teman-temannya.
Dan saya rasa ia pasti baik baik saja.

Sekarang, saya tidak perlu khawatir.
Tidak perlu takut untuk melihatnya menangis
Tidak perlu takut jika sendiri
Tidak perlu gemetar ketika mereka marah
Tidak perlu bersembunyi dari masalah
Tidak perlu menjadi orang lain..

Saya bahagia.

Temanku tak perlu menghilang. 
Ia tetap disini bersamaku, bersama mereka hidup dengan tawa dan canda.

saya bahagia.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku setelah dua jam kedepan?

Dua jam Lagi maka aku telah melewati 1 tahun ini dengan tahun yang sama seperti sebelumnya, tanpa tawa. Sebelumnya, aku berpikir bahwa tempat itu, mungkin akan membawa ku pada hidup yang menarik. Dengan cerita lucu, menantang dan sebagainya. Tapi, pada akhirnya sama saja. Aku berada pada titik yang memintaku untuk menyerah. Tapi, didetik detik menyerahnya aku, ada dua orang yang menarik ku untuk berhenti pada pemikiran bodoh itu. Sirius, aku rasa aku yang bermasalah. Pada setelah dua jam kedepan, aku berharap agar kau dapat menghentikan perasaan bodoh ini. Aku rasa, aku terlalu naif untuk bersama dengan orang- orang yang sempurna sedangkan aku tidak. Kenapa aku menuntut mereka untuk mengerti sedangkan aku sendiri tidak? Kenapa aku menuntut mereka untuk berubah sedangkan aku tidak? Ataukah, aku yang terlalu egois? Pada setelah dua jam kedepan, bagaimana aku harus mengubah perasaan ini agar dua jam setelah ini aku bisa kembali menjadi diriku yang ceria dan semangat? Dua ...

hujan ini...

hem,,, Hujan di malam ini,,, mengingatkan aku, hari dimana kau mengingkari,  hari dimana kau mengatakan Cinta, Cinta kepada Cinta lama mu. hujan di malam ini... mewakilkan perasaan ku, melukiskan semua kesakitan hatiku karena perkataan mu. tak ingatkah disaat kau dan aku bersama menelusuri pantai nan indah, kau berjanji akan dan selalu membutuhkan ku. dan sekarang aku menyadari bahwa kata kata mu bukanlah " aku akan selalu mencintaimu". benar, terserah pada mu. semua keputusan ada pada diri mu. sekarang memilih dia yang menyakiti mu bukan aku yang benar benar tulus pada mu. hah... benar, itu bukan urusan ku jika kau kembali tersakiti itu bukanlah urusan ku lagi. aku tak mempunyai hak untuk memberi kehangatan lagi, tak memiliki hak untuk selalu menghapus air mata mu. ^-^

GeDuNG sErBagUnA

saat pertama tiba kami berfoto bersama, pemandangannya asri. ketika masuk lebih dalam, ilmu kami semakin bertambah. banyak ilmu ilmu sains yang selama ini hanya kami bayang dan kami takar hari ini kami lihat secara langsung.  hem,,, sayangnya gedung serba guna itu sepi. kata Mutia "ibarat ilalang di hamparan tanah lapang. tak pernah disentuh dan dilihat" menyusun angka dan penjumlahannya, melihat sulap yang selama ini dilakukan di Tv ternyata itu sebagian dari ilmu fisika. hah,,, kata Sari " tambah bernafsu untuk lebih menjelajahi seluk beluk fisika"   kalo kata saya "disana ibarat jutaan permainan yang membangkitkan sifat kekanakkan tapi menambah wawasan. benar ilalang, tapi berharap agar ilalang yang kesepian tersebut dapat tumbuh menjadi sebuah pemandangan yang asri. dengan menjaga, merawat dan menemani kekosongan tersebut."