Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Selamat Tinggal, Sayang.

  Kamu yang memulai semuanya. Kamu memberiku harap Baik dan hangatmu yang tertuju padaku, dulu aku menyukainya Harummu yang aku kenal, selalu membuatku berdebar Kalimat yang keluar dari bibirmu, selalu aku suka Tapi, Kenapa begitu cepat berubah? Hanya karena ada DIA, yang bertemu kamu 1 kali 1 minggu. Perubahan itu terasa. Teramat terasa. Sayangnya, kamu tidak menyangkal itu. Diammu, aku anggap pembenaran dari semua hal yang terjadi. Selamat tinggal, sayang Tidak akan ada lagi perhatian yang aku berikan untukmu Tidak akan ada lagi senyum yang kutorehkan padamu Tidak akan ada lagi rasa itu. Benar benar selesai. semunya.
 Ini tentang perasaanku yang tanpa aku sadari, ia tlah mati. Juni 2018, itu saat pertamakali aku menyadari bahwa aku menaruh perasaan padamu. Meski dunia berkata bahwa Kamu mencintainya, aku tetap pada pendirianku. Dan tiba-tiba, kamu memberi perhatian lebih, lalu meninggalkannya. Aku tidak bahagia, tapi tidak juga sedih. Hanya saja, saat itu aku berpikir bahwa kamu mulai sadar pada perasaanmu. Tahun demi tahun berjalan, kamu tetap sama. Memberi peluang dan harapan. Seperti bahwa perasaanku terbalas. Lalu, 2022 kamu menghilang. Tak ada kabar, tak ada cerita, tak ada sedikitpun kamu bertanya. Dan kembali lagi dengan cerita yang berbeda. Kamu membawanya. Pertunangan itu terjadi tanpa aku tahu dari mulutmu. Anehnya, aku tidak menangis. Tapi tentu saja tidak bahagia. Aku masih berharap jika kamu akan menoleh sedikit saja kebelakang, menyatakan perasaanmu, dan memberanikan diri.          Sayangnya, kamu tidak seberani yang aku pikir. Kamu melanjutkan hubungan ta...
Dear Sirius, Ada beberapa waktu aku merindukan kenangan kita.   Hanya saja, kenangan itu berlaku untukku. Aku mencoba untuk menjangkau kamu, sayangnya, kamu terlalu jauh. Tidak menggapai hadirku Tidak ada aku dalam duniamu, yang tersisa Sirius, duniamu begitu tinggi, hingga menggapaimu terlalu sulit. 2 minggu yang lalu, Hatiku memberontak, aku beranikan diri untuk menemuimu Tapi Sirius, kamu menolak Tidak dengan katakata, kamu tidak menemui-ku Juga tidak memberiku kabar, atau hanya sekedar menyapa Sirius, Aku menganggap kamu menjauh Jauh hingga tak tergapai Duniamu bukan aku Tapi hingga saat ini, duniaku adalah kamu. Sirius, Hingga aku menulis hari ini Hatiku masih memberontak Tapi aku bisa mengendalikannya, Terimakasih atas semua hal baik yang pernah kamu lakukan Terimakasih, kamu yang berjanji dan menenangkan-ku saat itu Terimakasih, atas hadir-mu Dan aku rindu.