Langsung ke konten utama

Bunga Tumbuh, Telah Layu

AWALNYA....
aku mencintai nya dalam diam, mengintai nya tanpa ada seorang pun yang tahu. mengikuti apa yang ia sukai sampai aku tahu semua tentang nya. begitu juga kehidupannya.
semakin waktu berjalan, maka perasaan ku semakin tumbuh. tentang perasaan yang tak berpupuk ini? hah,, entah kenapa sulit sekali! lalu, lama kelamaan kecurigaan itu muncul, berasal dari teman teman ku. mereka tau tentang perasaan yang telah aku bungkus dengan indah ini. akhirnya, berita itu meluas. tidak tahu apakah ia mengetahui nya atau tidak? yang pasti dia selalu dengan diamnya. lalu, muncul dengan tawa misteriusnya.
Sirius,,,
aku tahu berapa kali aku telah mengatakan pada mu tentang apa yang akan aku lakukan. Tapi, tetap saja tidak bisa aku melakukannya. Rasanya aku selalu kalah dengan perasaan ini. tak bisa menghentikannya.
Sirius...
lama kelamaan aku benar benar bosan, menyimpan semuanya sendiri. mengintai nya secara diam diam.
AKHIRNYA!!!
Sirius...
aku ingin berhenti! sudah beratus kali aku mengatakannya. Bisakah, engkau mendengar ku.? kenyataan yang terukir dalam hati ku, tentang sebuah kebenaran dan keberanian untuk melupakannya. apakah aku juga harus menunggu untuk bisa benar benar melupakannya? aku tau, dan hanya aku serahkan pada sang waktu.
Sirius...
aku hampir berhasil melupakannya, aku berdo'a pada-Nya "lupakan dia dari pikiran ku". tapi, kenyataan itu berbalik. ia semakin dekat dengan ku, disaat aku telah lelah dalam diam ku. kenapa dia harus kembali dan tinggal lebih lama lagi?
Sirius...
aku takut, dan semakin takut jika perasaan yang siap ku buang ini akhirnya kembali padanya.
Sirius...
bisakah sampaikan padanya, tolong pergi dan jangan siksa aku dengan ketidaktahuan ini...

karena, bunga mawar merah yang tumbuh saat itu meski tak ku pupuk. kini telah layu dan siap untuk ku buang sampai  ke akarnya.

Bohongkah aku???

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku setelah dua jam kedepan?

Dua jam Lagi maka aku telah melewati 1 tahun ini dengan tahun yang sama seperti sebelumnya, tanpa tawa. Sebelumnya, aku berpikir bahwa tempat itu, mungkin akan membawa ku pada hidup yang menarik. Dengan cerita lucu, menantang dan sebagainya. Tapi, pada akhirnya sama saja. Aku berada pada titik yang memintaku untuk menyerah. Tapi, didetik detik menyerahnya aku, ada dua orang yang menarik ku untuk berhenti pada pemikiran bodoh itu. Sirius, aku rasa aku yang bermasalah. Pada setelah dua jam kedepan, aku berharap agar kau dapat menghentikan perasaan bodoh ini. Aku rasa, aku terlalu naif untuk bersama dengan orang- orang yang sempurna sedangkan aku tidak. Kenapa aku menuntut mereka untuk mengerti sedangkan aku sendiri tidak? Kenapa aku menuntut mereka untuk berubah sedangkan aku tidak? Ataukah, aku yang terlalu egois? Pada setelah dua jam kedepan, bagaimana aku harus mengubah perasaan ini agar dua jam setelah ini aku bisa kembali menjadi diriku yang ceria dan semangat? Dua ...

hujan ini...

hem,,, Hujan di malam ini,,, mengingatkan aku, hari dimana kau mengingkari,  hari dimana kau mengatakan Cinta, Cinta kepada Cinta lama mu. hujan di malam ini... mewakilkan perasaan ku, melukiskan semua kesakitan hatiku karena perkataan mu. tak ingatkah disaat kau dan aku bersama menelusuri pantai nan indah, kau berjanji akan dan selalu membutuhkan ku. dan sekarang aku menyadari bahwa kata kata mu bukanlah " aku akan selalu mencintaimu". benar, terserah pada mu. semua keputusan ada pada diri mu. sekarang memilih dia yang menyakiti mu bukan aku yang benar benar tulus pada mu. hah... benar, itu bukan urusan ku jika kau kembali tersakiti itu bukanlah urusan ku lagi. aku tak mempunyai hak untuk memberi kehangatan lagi, tak memiliki hak untuk selalu menghapus air mata mu. ^-^

GeDuNG sErBagUnA

saat pertama tiba kami berfoto bersama, pemandangannya asri. ketika masuk lebih dalam, ilmu kami semakin bertambah. banyak ilmu ilmu sains yang selama ini hanya kami bayang dan kami takar hari ini kami lihat secara langsung.  hem,,, sayangnya gedung serba guna itu sepi. kata Mutia "ibarat ilalang di hamparan tanah lapang. tak pernah disentuh dan dilihat" menyusun angka dan penjumlahannya, melihat sulap yang selama ini dilakukan di Tv ternyata itu sebagian dari ilmu fisika. hah,,, kata Sari " tambah bernafsu untuk lebih menjelajahi seluk beluk fisika"   kalo kata saya "disana ibarat jutaan permainan yang membangkitkan sifat kekanakkan tapi menambah wawasan. benar ilalang, tapi berharap agar ilalang yang kesepian tersebut dapat tumbuh menjadi sebuah pemandangan yang asri. dengan menjaga, merawat dan menemani kekosongan tersebut."