Sirius,,,
Aku bingung, tentang seseorang yang tidak terlalu aku kenal, tapi dia ada didepan mataku.
Dia selalu bersikap TIDAK BUTUH orang lain, mungkin dia nyaman hidup sendiri, mungkin juga dia hampir sama dengan ku. Tapi, kau tahu apa yang membuat dia berbeda? dia selalu berkata bahwa "Teman itu tidak penting, untuk apa memiliki teman, toh pada akhirnya kita hidup sendiri, pada akhirnya semua orang bahkan teman mu itu melupakan keberadaan mu". Kau tahu sirius? aku berpendapat bahwa dia adalah orang yang apatis, dia adalah orang yang dingin, yang tidak ingin terlalu menonjolkan dirinya, tidak ingin sombong, tidak ingin dipuji, tidak ingin berlebihan.
Tapi, kau tahu sirius? Ternyata dia sama saja seperti kebanyakan orang. Sibuk saja mengomentari dan berpendapat bahwa dia lah orang yang paling benar. Bahwa dia lah orang yang tidak membutuhkan pengakuan dari orang lain.
Kenyataannya berbeda, kau tahu. Teman dekatku yang sedang didekatinya, dia berkata pada teman ku itu " aku ingin menjatuhkan mereka (orang-orang dikelasku), dengan begitu mereka mengakui bahwa aku ada." itu adalah pernyataan nya. kau tahu sirius? dia ibarat orang yang meludah namun menjilat kembali ludah itu. MEMBUTUHKAN PENGAKUAN. Sama saja...
Aku tahu bahwa setiap orang pasti TIDAK SEMPURNA. Tapi, aku tidak suka orang yang dengan mudahnya menjilati ludah yang telah ia buang. menjijikkan.
Satu lagi, dia bersikap tidak membutuhkan orang lain, tapi dia selalu berkata MANIS pada teman-teman ku. Yang artinya, dia sama saja dengan kebanyakan laki-laki dikelas itu. Mendekati perempuan, meski tidak secara langsung, tapi bukankah sama saja? jika mengirim pesan terlalu intens, bahkan selalu mengeluarkan pendapat agar menarik perhatian salah satu teman yang dia sukai.
Aku tidak marah, karena siapa aku sampai aku harus marah? aku hanya kesal, mendengar ucapan dari seseorang didepan ku yang kemudian ia jilati lagi ucapan itu. Aku marah ketika dia memberikan begitu banyak harapan pada teman-temanku.
Tidakkah dia sama saja?
Aku bingung, tentang seseorang yang tidak terlalu aku kenal, tapi dia ada didepan mataku.
Dia selalu bersikap TIDAK BUTUH orang lain, mungkin dia nyaman hidup sendiri, mungkin juga dia hampir sama dengan ku. Tapi, kau tahu apa yang membuat dia berbeda? dia selalu berkata bahwa "Teman itu tidak penting, untuk apa memiliki teman, toh pada akhirnya kita hidup sendiri, pada akhirnya semua orang bahkan teman mu itu melupakan keberadaan mu". Kau tahu sirius? aku berpendapat bahwa dia adalah orang yang apatis, dia adalah orang yang dingin, yang tidak ingin terlalu menonjolkan dirinya, tidak ingin sombong, tidak ingin dipuji, tidak ingin berlebihan.
Tapi, kau tahu sirius? Ternyata dia sama saja seperti kebanyakan orang. Sibuk saja mengomentari dan berpendapat bahwa dia lah orang yang paling benar. Bahwa dia lah orang yang tidak membutuhkan pengakuan dari orang lain.
Kenyataannya berbeda, kau tahu. Teman dekatku yang sedang didekatinya, dia berkata pada teman ku itu " aku ingin menjatuhkan mereka (orang-orang dikelasku), dengan begitu mereka mengakui bahwa aku ada." itu adalah pernyataan nya. kau tahu sirius? dia ibarat orang yang meludah namun menjilat kembali ludah itu. MEMBUTUHKAN PENGAKUAN. Sama saja...
Aku tahu bahwa setiap orang pasti TIDAK SEMPURNA. Tapi, aku tidak suka orang yang dengan mudahnya menjilati ludah yang telah ia buang. menjijikkan.
Satu lagi, dia bersikap tidak membutuhkan orang lain, tapi dia selalu berkata MANIS pada teman-teman ku. Yang artinya, dia sama saja dengan kebanyakan laki-laki dikelas itu. Mendekati perempuan, meski tidak secara langsung, tapi bukankah sama saja? jika mengirim pesan terlalu intens, bahkan selalu mengeluarkan pendapat agar menarik perhatian salah satu teman yang dia sukai.
Aku tidak marah, karena siapa aku sampai aku harus marah? aku hanya kesal, mendengar ucapan dari seseorang didepan ku yang kemudian ia jilati lagi ucapan itu. Aku marah ketika dia memberikan begitu banyak harapan pada teman-temanku.
Tidakkah dia sama saja?
Komentar
Posting Komentar