Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Teman Kecil, Sirius

Sirius, hari ini aku masih ingin bercerita ttg hal yang sama. Beberapa hari yang lalu aku bermimpi, mimpi tentang temanku. Yang pernah aku ceritakan kmrn. Dalam mimpiku, aku melihat dia saat masih kecil sedang menyanyi sembari tertawa. Bahagia sekali. Tawa yg kurindukan. Saat itu, dia tidak tahu bahwa saat ini dia terluka, bahwa dia tidak bisa tersenyum lagi. Bahwa matanya sudah sangat gelap. Entah kenapa, aku menangis. Dan saat aku terbangun ternyata aku benar benar menangis. Sblm aku terbangun, aku sempat mengatakan padanya, "jaga dia, di tahun 2009". Aku baru menyadari bahwa luka itu sudah lama dipendam. Ia terlalu pandai menyimpannya. Sudah terlalu lama mata itu menjadi kaku. Dan aku baru menyadarinya. Maafkan aku.

Teman itu, dia

Sirius, kau tahu bahwa aku bukanlah orang romantis yang bisa mengungkapkan rasa sayangku pada siapa yg aku sayangi. Aku selalu diam ketika mereka berbicara dan mengungkapkan perasaan mereka. Aku juga selalu menutup rapat tentang diriku agar mereka tidak terlalu jauh mengenalku. Lalu, aku marah dgn sendirinya ketika mereka tidak memahamiku. Adilkah? Sungguh tidak adil. Aku selalu menolak ketika mereka mencoba untuk selangkah lebih dekat denganku. Aku begitu kejam. Aku teringat pesan dari teman SMA ku dulu. Bahwa ia pernah berkata : "teman adalah melodi ilusi. Dimana terdengar indah tapi keindahan itu tidak nyata. Suatu saat kau akan tersakiti dgn kenyataannya." Aku terlalu takut, sehingga aku tak mengizinkan siapapun untuk lebih dekat denganku. Hingga akhirnya, aku berdiskusi pada diriku sendiri. " bukankah itulah gunanya teman? Menyadarkanmu bahwa dunia tak sepenuhnya indah. Kadangkala, kau harus merasakan sakit. " Oke, aku menerima pernyataan itu. Lalu...

Sedikit Kegundahanku 😊

Lagi setelah hujan reda Aku menopangmu kembali Agar tak banyak tahu Tentang seberapa rapuhnya kau Kembali ke tempat itu... Aku bertahan meski kutahu Kau tak suka padaku Aku masih tetap bertahan. Lalu hujan kembali membasahiku Berbeda dari sebelumnya Kau buang tanpa melihatku Yang berjuang membangkitkanmu Katamu membenci diriku! Katamu tak sukai aku! Orang yang lupa pagi Orang yang lupa malam! Kau membenci orang itu?

Jika

Jika Hujan itu dingin, itu aku Jika Malam itu sepi, itu aku Jika Senja itu kenangan, itu aku Dan jika mentari itu menghangatkan, itu kau Maka, tak tahu seberapa pantas untuk mendekat Kau tak memiliki hak memintaku menjauh Maka, tak tahu seberapa dalam kau mengenalku Kau tak memiliki hak membaca tentangku Jika kau berpikir sebaliknya, itu salah. Kau, bukan Tuhan, yang begitu memahamiku Dan karena kurasa Kau sama sekali belum mengenalku

Gara- gara Dia!

Terlepas dari hilangnya motor salah satu anak dikelas, ( maaf tidak bisa membantu ) tapi dia ( perempuan yg sering dikaitkan dg mu) terus khawatir dg keadaanmu ckckck. Beberapa hari ini aku sedikit galau. Tidak suka ngobrol, tidak suka ketawa, dan tidak suka membahas hal yang lain kecuali DIA. Mungkin hampir sama seperti Cinta dalam perannya di AADC setelah membaca buku AKU (Chairil Anwar). Sama seperti itu, aku juga. Bedanya, terletak pada buku yang membuat hati tak menentu. Mungkin bisa dikatakan KESAL dan MARAH ( mungkin kalian akan beranggapan lebay bnget nih anak, cuma krna buku? ) iya, karena buku. Dan aku hanyut didalamnya. Aku setuju jika dalam berhubungan ( entah itu persahabatan, cinta atau apapun) kita tidak berhak mengekang pasangan, karena dia bukan milik kita sepenuhnya. Karena dia, punya kehidupan yang tidak mungkin kita selami teramat dalam. Tapi, dalam buku itu, tidak ada yang berpikir untuk membicarakan masalah dengan baik2. Setidaknya, komunikasi itu penting d...

Disappointed

Sirius, tak perlu kau mendengar ceritaku, tak perlu kau membaca tulisanku ini. Karena, tulisan ini tidak penting untuk kau baca. Sangat tidak penting. Aku hanya ingin mengeluarkan apa yang aku simpan selama ini. Kecewaku. Aku tidak pernah berharap untuk dekat dengan siapapun. Karena memang aku tak pantas untuk dimengerti dan mengerti. Hari ini, aku jelas merasakan bagaimana menjadi orang yang terkhianati. Entah dia merasa atau tidak. Entah dia marah atau tidak. Entah dia menolak atau menerima. Entah dia membantah atau tidak. Entah dia membenciku atau tidak. Aku hanya ingin mengatakan, aku mulai tidak menyukainya. Jangan dekati aku. Dari awal ku katakan, jngn dekati aku! Tapi dia terus memanggil namaku, menempel padaku. Entahlah. Aku benci? Atau memang hanya perasaan sementara saja. Aku ingin sendiri saja. 😂