Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Hari ini HUJAN!!

SIRIUS... Sudah satu minggu saya tidak bertemu dengan mu. Ada begitu banyak tugas kuliah yang harus saya kerjakan. Tugas tugas yang menumpuk masih tak bergerak sama sekali, Tapi semuanya terbalaskan dengan momen hari ini. kau tahu kan SIRIUS, saya tak bisa mengukur sampai sejauh mana tingkat kedekatan ku dengan orang orang yang berada disekitar ku. Tapi hari ini, saya mengerti tentang semuanya. bahkan tentang diri ku sendiri, yang selama ini tak bisa saya pahami. SIRIUS, saya tak ingin mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya. Merasa kehilangan dengan orang yang sangat berarti bagi ku. SIRIUS, saya tak ingin penyesalan itu datang lagi, setelah apa yang saya lewati dalam hidup saya. Sirius, hanya ada satu hal yang membuat aku terus berpikir. Adalah tentang bagaimana ia bisa menjauh dengan begitu mudahnya, setelah apa yang kami lewati bersama? bukan dia yang selama ini menjadi tokoh utama dalam cerita ku, tapi dia yang selama beberapa tahun ini tak ku tahui keberadaannya dan kabarn...

MAMA....

SIRIUS... Hari ini aku terbangun dari tidur ku, aku melihat ibu ku tertidur pulas di samping ku. kini, raut wajahnya sudah benar benar terlihat lelah. lelah mengurus semua pekerjaan rumah tangga. tapi, dengan kuatnya beliau selalu mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, meski terlihat jelas dari matanya bahwa ia sedang menyembunyikan kesedihannya. hari ini, aku ingin menangis sejadi-jadinya,Sirius. kau tahu kenapa? aku menyayangi ibu ku. sangat menyayangi nya. bahkan ketika ia membentak ku, aku masih menyayangi nya. begitu pun ia. sudah berapa banyak aku membuat ibu ku kecewa, sudah berapa kali aku membuat luka di hatinya? seberapa kali aku mengabaikan nasihat nya? tapi, beliau selalu ada ketika aku berada dalam situasi yang membingungkan. memeluk ku dan bertanya 'ada apa?'. seakan bahwa ia tak memiliki masalah sendiri, ia mengabaikan kesedihannya dan memperdulikan ku. Sirius, aku juga ingin bertanya pada nya 'ada apa?' sebelum waktu memanggil. namun, Sirius. kenapa...

Hati ku tlah mati

Sirius, hari ini kembali hujan. awan juga muram. aku bingung bagaimana bisa, langit tahu bagaimana perasaan ku? Sirius, dia datang lagi. disaat aku mencoba membunuh perasaan ini. dia datang dan memanggil nama ku. hal yang sangat aku sukai. memanggil ku dengan lembut. Sirius, apakah aku salah? salahkah jika aku membunuh nya secara perlahan. meski aku tahu membunuh perasaan ini sama saja membunuh sebagian hati ku. tapi,,, dia juga harus tahu bahwa aku sudah tidak bersama nya lagi. sejak kebenaran itu terungkap. Sirius, aku harap angin kencang yang datang malam ini bisa menyampaikan pada nya . tentang hati ku yang tlah terikat di salah satu pohon. tertancap dengan keras tentang nya. tapi bukan tentang dy. Bukan perasaan yang menghancurkan semua yang diberi terhalangkan tentang sebuah kekecewaan... yang tak pernah diharapkan tumpah ruah rasa yang ku pendam ini tak tahu apa masalahnya? mengapa ia pergi? semua rasa yang datang bukankah dia yang memberi kin...

Suara Hati

Hari ini, aku bertemu Dengan sang pemilik hati Merekah di tarik kupu-kupu Tak ingin menutup lagi Suara ku memanggil mu Melirik setiap gerakan mu Ku yakin orang tlah tahu Tentang pipi merah menahan malu Hari ini, aku tertawa Bukan karena bahagia mereka Tentang apa yang merekah-rekah Lantas mengapa ia marah? Tidakkah kau mendengar? Suara hati yang menggelegar Tentang cinta tak tersambutkan Mengapa harus ada kepedulian? Bisakah sama ku dan ia? Bukan cerita tentang bagaimana? Bukan pula tentang mengapa? Tapi, kapan rasa itu ada? Ku tahu, kau tak paham Tentang apa yang menghujam Tapi saat mereka bertanya Masih pantaskah ku diam murjana Bukan, tentang dari mana? Tapi tentang kebenarannya Saat mereka tahu semuanya Lantas, benarkah kau menolaknya? Hari ini, aku tau berita Bukan karena aku mencarinya Hanya berterimakasih pada hujan Tentang apa yang tersampaikan Biarlah, ku teteskan Setiap harapan yang terjatuhka...

Tentang Seseorang

Aku berdiri terpekur sendiri Diam, menatap laksana Siluet biru berubah menjadi hitam Tentang seseorang yang telah hilang tentang tinta yang terlukiskan Tentang apa dan siapa? Lalu, berdiam murjana berpikir tentang kepastian tentang ku yang membisu hilang tanpa kata, bingung seperti habu bertebaran,melayang tak tau iya atau menolak tentang sebuah perasaan bisakah tak ada perkelahian? tak bersikukuh apa yang dipertahankan biarlah, bumantara menyaksikan Sebuah Maha karya yang lahir dari satu kata tentang bagaimana tercipta? hah,,, lupakan saja tentang ia, yang datang tentang ia, yang pergi tentang ia, yang jauh tentang ia, seseorang itu...