SIRIUS...
Sudah satu minggu saya tidak bertemu dengan mu. Ada begitu banyak tugas kuliah yang harus saya kerjakan. Tugas tugas yang menumpuk masih tak bergerak sama sekali, Tapi semuanya terbalaskan dengan momen hari ini. kau tahu kan SIRIUS, saya tak bisa mengukur sampai sejauh mana tingkat kedekatan ku dengan orang orang yang berada disekitar ku. Tapi hari ini, saya mengerti tentang semuanya. bahkan tentang diri ku sendiri, yang selama ini tak bisa saya pahami.
SIRIUS, saya tak ingin mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya. Merasa kehilangan dengan orang yang sangat berarti bagi ku. SIRIUS, saya tak ingin penyesalan itu datang lagi, setelah apa yang saya lewati dalam hidup saya. Sirius, hanya ada satu hal yang membuat aku terus berpikir. Adalah tentang bagaimana ia bisa menjauh dengan begitu mudahnya, setelah apa yang kami lewati bersama? bukan dia yang selama ini menjadi tokoh utama dalam cerita ku, tapi dia yang selama beberapa tahun ini tak ku tahui keberadaannya dan kabarnya. Bahkan, ia tak mencari keberadaan ku ketika aku menghilang. Sirius, saya yakin kau sangat mengenal orang itu, orang yang menyapa ku untuk pertama kalinya dan juga merubah mindset ku tentang persahabatan untuk pertama kalinya. Aku merindukan dia dalam setiap jengkal langkah ku yang aku bagikan pada mu, aku juga ingin menceritakan banyak hal dengannya. Bahkan ketika keluarga ku tak tahu, bukan karena seberapa dekat aku atau tidak dekat nya aku dengan mereka? tapi karena, aku terlalu takut berbicara pada mereka yang begitu banyak beban tentang permasalahan mereka sendiri. Sirius, aku merindukan nya, yang tak pernah aku sebutkan namanya.
SIRIUS,,, hari ini hujan, kemarin hujan dan esok mungkin juga hujan. bukankah, dia pernah mengatakan bahwa disetiap tetesan hujan, ada pesan yang ia sampaikan?
SIRIUS,,, aku merindukan hujan!
Sudah satu minggu saya tidak bertemu dengan mu. Ada begitu banyak tugas kuliah yang harus saya kerjakan. Tugas tugas yang menumpuk masih tak bergerak sama sekali, Tapi semuanya terbalaskan dengan momen hari ini. kau tahu kan SIRIUS, saya tak bisa mengukur sampai sejauh mana tingkat kedekatan ku dengan orang orang yang berada disekitar ku. Tapi hari ini, saya mengerti tentang semuanya. bahkan tentang diri ku sendiri, yang selama ini tak bisa saya pahami.
SIRIUS, saya tak ingin mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya. Merasa kehilangan dengan orang yang sangat berarti bagi ku. SIRIUS, saya tak ingin penyesalan itu datang lagi, setelah apa yang saya lewati dalam hidup saya. Sirius, hanya ada satu hal yang membuat aku terus berpikir. Adalah tentang bagaimana ia bisa menjauh dengan begitu mudahnya, setelah apa yang kami lewati bersama? bukan dia yang selama ini menjadi tokoh utama dalam cerita ku, tapi dia yang selama beberapa tahun ini tak ku tahui keberadaannya dan kabarnya. Bahkan, ia tak mencari keberadaan ku ketika aku menghilang. Sirius, saya yakin kau sangat mengenal orang itu, orang yang menyapa ku untuk pertama kalinya dan juga merubah mindset ku tentang persahabatan untuk pertama kalinya. Aku merindukan dia dalam setiap jengkal langkah ku yang aku bagikan pada mu, aku juga ingin menceritakan banyak hal dengannya. Bahkan ketika keluarga ku tak tahu, bukan karena seberapa dekat aku atau tidak dekat nya aku dengan mereka? tapi karena, aku terlalu takut berbicara pada mereka yang begitu banyak beban tentang permasalahan mereka sendiri. Sirius, aku merindukan nya, yang tak pernah aku sebutkan namanya.
SIRIUS,,, hari ini hujan, kemarin hujan dan esok mungkin juga hujan. bukankah, dia pernah mengatakan bahwa disetiap tetesan hujan, ada pesan yang ia sampaikan?
SIRIUS,,, aku merindukan hujan!
Komentar
Posting Komentar