SIRIUS...
Hari ini aku terbangun dari tidur ku, aku melihat ibu ku tertidur pulas di samping ku. kini, raut wajahnya sudah benar benar terlihat lelah. lelah mengurus semua pekerjaan rumah tangga. tapi, dengan kuatnya beliau selalu mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, meski terlihat jelas dari matanya bahwa ia sedang menyembunyikan kesedihannya. hari ini, aku ingin menangis sejadi-jadinya,Sirius. kau tahu kenapa? aku menyayangi ibu ku. sangat menyayangi nya. bahkan ketika ia membentak ku, aku masih menyayangi nya. begitu pun ia. sudah berapa banyak aku membuat ibu ku kecewa, sudah berapa kali aku membuat luka di hatinya? seberapa kali aku mengabaikan nasihat nya? tapi, beliau selalu ada ketika aku berada dalam situasi yang membingungkan. memeluk ku dan bertanya 'ada apa?'. seakan bahwa ia tak memiliki masalah sendiri, ia mengabaikan kesedihannya dan memperdulikan ku.
Sirius, aku juga ingin bertanya pada nya 'ada apa?' sebelum waktu memanggil. namun, Sirius. kenapa bibir ini begitu kaku untuk mengatakan bahwa aku sangat menyayangi ibu ku, bibir ku terlalu kaku untuk mengatakan bahwa beliau teramat berarti untuk ku.
SIRIUS... sebelum waktu memanggil dan memisahkan, aku ingin memeluk ibu ku, melihat senyum bangga yang ia torehkan pada ku. aku ingin membuat ia bahagia, pertemukan kami lebih lama lagi...
Hari ini aku terbangun dari tidur ku, aku melihat ibu ku tertidur pulas di samping ku. kini, raut wajahnya sudah benar benar terlihat lelah. lelah mengurus semua pekerjaan rumah tangga. tapi, dengan kuatnya beliau selalu mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, meski terlihat jelas dari matanya bahwa ia sedang menyembunyikan kesedihannya. hari ini, aku ingin menangis sejadi-jadinya,Sirius. kau tahu kenapa? aku menyayangi ibu ku. sangat menyayangi nya. bahkan ketika ia membentak ku, aku masih menyayangi nya. begitu pun ia. sudah berapa banyak aku membuat ibu ku kecewa, sudah berapa kali aku membuat luka di hatinya? seberapa kali aku mengabaikan nasihat nya? tapi, beliau selalu ada ketika aku berada dalam situasi yang membingungkan. memeluk ku dan bertanya 'ada apa?'. seakan bahwa ia tak memiliki masalah sendiri, ia mengabaikan kesedihannya dan memperdulikan ku.
Sirius, aku juga ingin bertanya pada nya 'ada apa?' sebelum waktu memanggil. namun, Sirius. kenapa bibir ini begitu kaku untuk mengatakan bahwa aku sangat menyayangi ibu ku, bibir ku terlalu kaku untuk mengatakan bahwa beliau teramat berarti untuk ku.
SIRIUS... sebelum waktu memanggil dan memisahkan, aku ingin memeluk ibu ku, melihat senyum bangga yang ia torehkan pada ku. aku ingin membuat ia bahagia, pertemukan kami lebih lama lagi...
Komentar
Posting Komentar