Hari ini, aku bertemu
Dengan sang pemilik hati
Merekah di tarik kupu-kupu
Tak ingin menutup lagi
Suara ku memanggil mu
Melirik setiap gerakan mu
Ku yakin orang tlah tahu
Tentang pipi merah menahan malu
Hari ini, aku tertawa
Bukan karena bahagia mereka
Tentang apa yang merekah-rekah
Lantas mengapa ia marah?
Tidakkah kau mendengar?
Suara hati yang menggelegar
Tentang cinta tak tersambutkan
Mengapa harus ada kepedulian?
Bisakah sama ku dan ia?
Bukan cerita tentang bagaimana?
Bukan pula tentang mengapa?
Tapi, kapan rasa itu ada?
Ku tahu, kau tak paham
Tentang apa yang menghujam
Tapi saat mereka bertanya
Masih pantaskah ku diam murjana
Bukan, tentang dari mana?
Tapi tentang kebenarannya
Saat mereka tahu semuanya
Lantas, benarkah kau menolaknya?
Hari ini, aku tau berita
Bukan karena aku mencarinya
Hanya berterimakasih pada hujan
Tentang apa yang tersampaikan
Biarlah, ku teteskan
Setiap harapan yang terjatuhkan
Pada langit tak berawan
Tentang sebuah pengorbanan...
Hari ini, ku tahu kebenaran
Dari sebuah kenyataan
Tentang dia sang pencuri hati
Namun, tetap sebagai suara hati...
Biarlah, bunga ini merekah dan terus merekah. Meski tak ku beri pupuk. Biarlah ku tahu seberapa cepat bunga ini tumbuh, seberapa besar ia. Maka, disaat ia pergi. Biarlah, ku layukan bunga yang hidup ini, tak kan pernah ku sirami ia.
Lupakan saja tentang teori bagaimana bunga tumbuh?
Biarkan saja...
Aku hidup dengan teori ku sendiri...
Komentar
Posting Komentar