Langsung ke konten utama

Hati ku tlah mati

Sirius, hari ini kembali hujan. awan juga muram. aku bingung bagaimana bisa, langit tahu bagaimana perasaan ku?
Sirius, dia datang lagi. disaat aku mencoba membunuh perasaan ini. dia datang dan memanggil nama ku. hal yang sangat aku sukai. memanggil ku dengan lembut.
Sirius, apakah aku salah? salahkah jika aku membunuh nya secara perlahan. meski aku tahu membunuh perasaan ini sama saja membunuh sebagian hati ku.
tapi,,, dia juga harus tahu bahwa aku sudah tidak bersama nya lagi. sejak kebenaran itu terungkap.
Sirius, aku harap angin kencang yang datang malam ini bisa menyampaikan pada nya. tentang hati ku yang tlah terikat di salah satu pohon. tertancap dengan keras tentang nya. tapi bukan tentang dy.

Bukan perasaan yang menghancurkan
semua yang diberi terhalangkan
tentang sebuah kekecewaan...
yang tak pernah diharapkan

tumpah ruah rasa
yang ku pendam ini
tak tahu apa masalahnya?
mengapa ia pergi?

semua rasa yang datang
bukankah dia yang memberi
kini semua telah hilang
daun pun telah berganti

kau beri rasa itu,,
tanpa ku pupuk tanahnya
kau sirami bunga itu
dengan sebuah kata

lalu aku masuk kehati mu
aku terjebak dalam situasi
yang menjebak diri ku
hingga aku melangkah pergi

ku harap tak perlu bertanya
tentang bagaimana dan mengapa?
biarlah ku luruh ke bumi
memendam cinta ini

kau tahu hati ini?
yang tertusuk duri
bak takkan sembuh lagi
cinta ku tlah mati....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku setelah dua jam kedepan?

Dua jam Lagi maka aku telah melewati 1 tahun ini dengan tahun yang sama seperti sebelumnya, tanpa tawa. Sebelumnya, aku berpikir bahwa tempat itu, mungkin akan membawa ku pada hidup yang menarik. Dengan cerita lucu, menantang dan sebagainya. Tapi, pada akhirnya sama saja. Aku berada pada titik yang memintaku untuk menyerah. Tapi, didetik detik menyerahnya aku, ada dua orang yang menarik ku untuk berhenti pada pemikiran bodoh itu. Sirius, aku rasa aku yang bermasalah. Pada setelah dua jam kedepan, aku berharap agar kau dapat menghentikan perasaan bodoh ini. Aku rasa, aku terlalu naif untuk bersama dengan orang- orang yang sempurna sedangkan aku tidak. Kenapa aku menuntut mereka untuk mengerti sedangkan aku sendiri tidak? Kenapa aku menuntut mereka untuk berubah sedangkan aku tidak? Ataukah, aku yang terlalu egois? Pada setelah dua jam kedepan, bagaimana aku harus mengubah perasaan ini agar dua jam setelah ini aku bisa kembali menjadi diriku yang ceria dan semangat? Dua ...

hujan ini...

hem,,, Hujan di malam ini,,, mengingatkan aku, hari dimana kau mengingkari,  hari dimana kau mengatakan Cinta, Cinta kepada Cinta lama mu. hujan di malam ini... mewakilkan perasaan ku, melukiskan semua kesakitan hatiku karena perkataan mu. tak ingatkah disaat kau dan aku bersama menelusuri pantai nan indah, kau berjanji akan dan selalu membutuhkan ku. dan sekarang aku menyadari bahwa kata kata mu bukanlah " aku akan selalu mencintaimu". benar, terserah pada mu. semua keputusan ada pada diri mu. sekarang memilih dia yang menyakiti mu bukan aku yang benar benar tulus pada mu. hah... benar, itu bukan urusan ku jika kau kembali tersakiti itu bukanlah urusan ku lagi. aku tak mempunyai hak untuk memberi kehangatan lagi, tak memiliki hak untuk selalu menghapus air mata mu. ^-^

GeDuNG sErBagUnA

saat pertama tiba kami berfoto bersama, pemandangannya asri. ketika masuk lebih dalam, ilmu kami semakin bertambah. banyak ilmu ilmu sains yang selama ini hanya kami bayang dan kami takar hari ini kami lihat secara langsung.  hem,,, sayangnya gedung serba guna itu sepi. kata Mutia "ibarat ilalang di hamparan tanah lapang. tak pernah disentuh dan dilihat" menyusun angka dan penjumlahannya, melihat sulap yang selama ini dilakukan di Tv ternyata itu sebagian dari ilmu fisika. hah,,, kata Sari " tambah bernafsu untuk lebih menjelajahi seluk beluk fisika"   kalo kata saya "disana ibarat jutaan permainan yang membangkitkan sifat kekanakkan tapi menambah wawasan. benar ilalang, tapi berharap agar ilalang yang kesepian tersebut dapat tumbuh menjadi sebuah pemandangan yang asri. dengan menjaga, merawat dan menemani kekosongan tersebut."