Sirius, hari ini kembali hujan. awan juga muram. aku bingung bagaimana bisa, langit tahu bagaimana perasaan ku?
Sirius, dia datang lagi. disaat aku mencoba membunuh perasaan ini. dia datang dan memanggil nama ku. hal yang sangat aku sukai. memanggil ku dengan lembut.
Sirius, apakah aku salah? salahkah jika aku membunuh nya secara perlahan. meski aku tahu membunuh perasaan ini sama saja membunuh sebagian hati ku.
tapi,,, dia juga harus tahu bahwa aku sudah tidak bersama nya lagi. sejak kebenaran itu terungkap.
Sirius, aku harap angin kencang yang datang malam ini bisa menyampaikan pada nya. tentang hati ku yang tlah terikat di salah satu pohon. tertancap dengan keras tentang nya. tapi bukan tentang dy.
Sirius, dia datang lagi. disaat aku mencoba membunuh perasaan ini. dia datang dan memanggil nama ku. hal yang sangat aku sukai. memanggil ku dengan lembut.
Sirius, apakah aku salah? salahkah jika aku membunuh nya secara perlahan. meski aku tahu membunuh perasaan ini sama saja membunuh sebagian hati ku.
tapi,,, dia juga harus tahu bahwa aku sudah tidak bersama nya lagi. sejak kebenaran itu terungkap.
Sirius, aku harap angin kencang yang datang malam ini bisa menyampaikan pada nya. tentang hati ku yang tlah terikat di salah satu pohon. tertancap dengan keras tentang nya. tapi bukan tentang dy.
Bukan perasaan yang menghancurkan
semua yang diberi terhalangkan
tentang sebuah kekecewaan...
yang tak pernah diharapkan
tumpah ruah rasa
yang ku pendam ini
tak tahu apa masalahnya?
mengapa ia pergi?
semua rasa yang datang
bukankah dia yang memberi
kini semua telah hilang
daun pun telah berganti
kau beri rasa itu,,
tanpa ku pupuk tanahnya
kau sirami bunga itu
dengan sebuah kata
lalu aku masuk kehati mu
aku terjebak dalam situasi
yang menjebak diri ku
hingga aku melangkah pergi
ku harap tak perlu bertanya
tentang bagaimana dan mengapa?
biarlah ku luruh ke bumi
memendam cinta ini
kau tahu hati ini?
yang tertusuk duri
bak takkan sembuh lagi
cinta ku tlah mati....
Komentar
Posting Komentar