Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Aku setelah dua jam kedepan?

Dua jam Lagi maka aku telah melewati 1 tahun ini dengan tahun yang sama seperti sebelumnya, tanpa tawa. Sebelumnya, aku berpikir bahwa tempat itu, mungkin akan membawa ku pada hidup yang menarik. Dengan cerita lucu, menantang dan sebagainya. Tapi, pada akhirnya sama saja. Aku berada pada titik yang memintaku untuk menyerah. Tapi, didetik detik menyerahnya aku, ada dua orang yang menarik ku untuk berhenti pada pemikiran bodoh itu. Sirius, aku rasa aku yang bermasalah. Pada setelah dua jam kedepan, aku berharap agar kau dapat menghentikan perasaan bodoh ini. Aku rasa, aku terlalu naif untuk bersama dengan orang- orang yang sempurna sedangkan aku tidak. Kenapa aku menuntut mereka untuk mengerti sedangkan aku sendiri tidak? Kenapa aku menuntut mereka untuk berubah sedangkan aku tidak? Ataukah, aku yang terlalu egois? Pada setelah dua jam kedepan, bagaimana aku harus mengubah perasaan ini agar dua jam setelah ini aku bisa kembali menjadi diriku yang ceria dan semangat? Dua ...

Efek tugas😁

Pagi ini, masih berkutat dengan tugas tugas yang belum rampung. Banyak dari mereka yang mengeluh lelah akan tugas tugas ini. Aku sih, disantaiin aja, hehe Tapi jangan sampe kecolongan 😊. Saat aku merasa bosan dengan apa yang aku kerjakan, aku me- refresh  otakku dengan sebuah anime yang temanku berikan. Aku lupa judulnya, tapi menceritakan tentang perjuangan seorang ibu yang membesarkan anaknya sendirian. Tiba saja, aku ingat apa yang terjadi. Dan bukannya merefresh tapi membuat otakku pusing. 😂 Juga menceritakan tentang seseorang yang mencintai orang lain dengan keadaan yang berbeda. Membiarkan orang yang ia cintai pergi, agar orang itu kembali menemukan senyumnya. "  Aku tidak ingin kau pergi. Selalu disisimu adalah mimpiku. Tapi, bahagiamu adalah hidupku. Maka, aku melepasmu." Sirius

Angin Tidur

Sirius, malam ini aku ingin menumpahkan sedikit rahasia yang membuat mata ini gelap. 5 tahun yang lalu, disaat semua orang menjauhi ku karena berpikir tentang kediamanku yang dianggap sebagai suatu kesombongan. Seseorang datang menghampiriku. Tanpa peduli apa yang dikatakan orang orang disekelilingnya. Ia menggenggamku. Disaat semua orang tak paham dengan sifatku, ia memahami apa yang aku pikirkan, bagaimana aku berperilaku sepantasnya. Disaat aku diam dalam kesepianku, ia datang membawa tawa yang hampir lupa aku torehkan dalam hidupku. Ia bukan cinta yang selama ini diagungkan oleh kebanyakan orang. Ia hanya bagian kecil yang terkadang tak berarti bagi orang yang memuja cinta. Ia datang padaku tanpa ragu. Ada banyak sekali waktu yang ia minta padaku untuk sekedar menghilangkan jenuhnya, ketika ia pusing dengan sejumlah perlombaan basketnya. Tapi, selalu ku tolak. Entah kenapa? Aku seegois itu. Dan sekarang setelah berapa tahun angin itu hilang. Aku menyadari, tak banyak waktu ...

Erosi Zaman

Sejak matahari membenamkan embun Tak kulihat senyum yang mengembang  Tak kulihat merekahnya putri malu setelah disentuh para jahil Tak kudengar suara tawa dari kejaran mereka Tak ada lagi nyanyian dari langkah kaki yang membisingkan Tak ada lagi jaring jaring yang mengayun menghantar perginya lebah Semua diam dalam keapatisan Zaman telah berubah Berlari jauh dari jati dirinya Dan sejak siang hilang berbelok arah Mereka jauh lebih dalam tenggelam

Hari ini

Kini bulan telah terbelah Memecahkan sinarnya Redup tanpa cahaya Bukan salahnya, hanya aku Yang hidup dengan sejuta rahasiaku Bukan salahnya! Jika nanti tidak ada tawa Hanya saja aku! Yang hidup dengan kepalsuanku Memendam amarah yang kini semakin memuncak Dan jika tumpah, tak tahu mengarahkannya Bukan salahnya! Hanya saja aku yang berubah seperti bukan apa yang aku mau! Tapi, bukan juga salahku! Jika apa yang terjadi pada akhirnya memecahkan bulan.

Pagi sunyi

Sejak pagi datang menggulung sepinya malam Terisak suara menggema yang menghanyutkan Tak ada lagi. Tak kulihat lagi. Benar sudah hilang seseorang itu Yang hidup dengan tawa menyenangkannya Mengulum setiap jejak manis yang ia berikan Tak perlu lagi. Pagi yang mengganti kesunyian Hah... hilang tak tahu arah Sudah! Cukupkan! Semua telah berlalu!

Sudahkah aku sampai ?

Sirius... Akhir akhir ini saya sedang berada pada titik dimana saya harus berhenti disini. Hati saya selalu mengatakan bahwa saya sudah tidak mampu untuk bertahan. Pada semua hal. Sirius... Akhir akhir ini rasa semangat ku tak menggebu gebu seperti dulu. Meski jujur saya katakan bahwa saya sangat merindukan perasaan itu, saya ingin merasakan tantangan itu setiap kali saya berada di hadapan mereka. Sirius... Akhir akhir ini, saya benar benar lelah. Bukan fisik. Tapi hatiku. Semuanya berbalik dengan apa yang seharusnya. Saya lelah dan saya ingin menghindari rasa yang semakin melelahkan itu. Sirius... Saya kehilangan semua yang seharusnya saya miliki. Saya lelah dengan tuntutan yang pada akhirnya hanya akan memanfaatkan satu orang saja. Sirius... Andai semuanya bisa berubah. Andai dari awal tidak ada 'pertemanan', mungkin aku bisa bertahan. Atau, menghindari pertemanan dan menjadi apatis itu lebih baik? Sirius... Jangan biarkan rasa ingin berhenti ini terus mer...

Hari ini...

Hari yang penuh dengan lelah Selalu bersembunyi dalam hayalnya Diam tak dapat menatap mata menyenangkan itu. Hari yang cerah pada awal musim Bersemi dengan indah disetiap warna Lalu berguguran menguning layu tanpa bersiramkan air. Hari yang seharusnya tak terjadi untuk kedua kalinya. Mengalir begitu saja Tak bertuan, tak berpemilik. Sepi. Dan hari itu datang. Bukankah? Bukankah aku memintanya pergi. Mencabut setiap cerita yang pernah membuatnya mati! Menghapus setiap jejak yang dilalui dengan indah itu. Karena. Karena, aku terlalu takut untuk terluka lagi. Pada pagi yang tak Secerah kemarin. Pada kisah yang tak  Semenawan Senja. Rabu, 03 Agustus 2016 Sirius            

Cermin

Aku tatap cermin dengan bayang Yang menggambarkan seseorang Matanya kosong dan sendu Nanar terpancar begitu saja... Ia tatap bayang itu... sedikit mengukir senyum Tapi, mengapa terasa sakit? Pahit saat melihat lukisanmu Bibirnya terkatup... Membayangkan cerita indah baginya Ia bernostalgia tentang gambar kehidupannya yang tiada berujung Sebulir air mata mengalir Tuhan... Ia menangis. Tangis yang menggambarkan betapa rapuhnya dia. Cermin... Bisakah kau retak saat ini? Hingga ia tak dapat melihat Wajah yang tiada kehidupannya

Lagi Topeng,

Sirius, Aku tidak ingin peduli dengan gunjingan gunjingan yang aku dengar dari orang orang ini. Gunjingan yang pada akhirnya akan membawa masalah baru di tempat ini. Aku tidak ingin peduli, sangat. Tapi semakin aku tidak peduli maka masalah itu semakin berada didekat ku. Setidaknya, mereka harus mendewasakan diri. Ada orang yang tidak suka mendengar gunjingan mereka. Dan salah satunya AKU. Jika mereka memiliki masalah, kenapa mereka tidak mengatakan langsung pada orang nya? Kenapa mereka harus sibuk mengomentari kehidupan orang tapi tidak mengatakan langsung pada orang nya? Bukankah itu artinya mereka sama saja dengan orang yang mereka komentari? Sudah sering aku katakan, bahwa akan lebih baik jika mereka mengatakan langsung pada orang yang bersangkutan. Tapi, pengabaian yg aku dapatkan. Aku bingung Sirius! Bukankah benar apa yang dikatakan orang itu? Semua itu penuh dengan topeng Termasuk DIA

Lucunya Negeri Ini?!

  Indonesia Berduka... Kau tahu Sirius, Indonesia sedang mengibarkan bendera hitam didalamnya. Ada begitu banyak kejadian yang membuat air mata Ibu Pertiwi jatuh membasahi tanah tercinta ini. Sekarang, ditengah kekalutan itu tidak ada payung yang melindungi. Kau tahu Sirius? Aku adalah salah satu orang yang menyetujui hukuman mati itu. Pernah, disuatu kelas, kami memperdebatkan masalah ini. Kau tahu Sirius, hanya aku yang setuju dengan hukuman itu. Yang lain? mereka mempertimbangan HAK ASASI MANUSIA TERHADAP PELAKU???? Mereka beranggapan bahwa hukuman selama 15 tahun itu pantas untuk mereka yang telah MERUSAK KEHIDUPAN SESEORANG. Dengan alasan bahwa pelaku bisa bertobat selama masa tahanan itu! Apakah HAM masih berlaku untuk pelaku yang telah MERENGGUT PAKSA masa depan seorang yang mungkin  memiliki kehidupan cerah nantinya dan juga siapa yang bisa menjamin jika pelaku bisa bertobat selama masa penahanan itu? bahkan pada saat sidang pun tidak ada rasa bersalah...

Pantaskah?

Sirius,,, Aku bingung, tentang seseorang yang tidak terlalu aku kenal, tapi dia ada didepan mataku. Dia selalu bersikap TIDAK BUTUH orang lain, mungkin dia nyaman hidup sendiri, mungkin juga dia hampir sama dengan ku. Tapi, kau tahu apa yang membuat dia berbeda? dia selalu berkata bahwa "Teman itu tidak penting, untuk apa memiliki teman, toh pada akhirnya kita hidup sendiri, pada akhirnya semua orang bahkan teman mu itu melupakan keberadaan mu". Kau tahu sirius? aku berpendapat bahwa dia adalah orang yang apatis, dia adalah orang yang dingin, yang tidak ingin terlalu menonjolkan dirinya, tidak ingin sombong, tidak ingin dipuji, tidak ingin berlebihan. Tapi, kau tahu sirius? Ternyata dia sama saja seperti kebanyakan orang. Sibuk saja mengomentari dan berpendapat bahwa dia lah orang yang paling benar. Bahwa dia lah orang yang tidak membutuhkan pengakuan dari orang lain. Kenyataannya berbeda, kau tahu. Teman dekatku yang sedang didekatinya, dia berkata pada teman ku itu ...

Sore ini

Matahari bersinar oranye Sinarnya menyilaukan mata Yang diam duduk tak bergerak Menatap matahati menghampiri Ia datang dengan langkahnya Tersenyum dengan indahnya Bertanya dengan ciri khasnya Dan, aku menyukainya Bukan itu jawaban dari sebuah pertanyaan,  Yang melambangkan karakter nya Ah... tak seperti apa yang diharapkan Lalu.... Seorang datang dengan manjanya Benar merusak suasana disore ini Yang mata tak bergerak menatapnya Yang bibir terus merekah karena senyum menyenangkan itu Yang hati terus menenangkan emosi Harus mengulum pahitnya kejadian ini. Mengulum senyum menyenangkan itu Menyimpan nya sampai aku tahu Bahwa hari semakin gelap

Aku

Sirius, Kali ini aku bingung. Bukan pada dia yang menjadi tokoh utama dalam cerita ku. Tapi, pada diriku sendiri. Aku bingung, tentang apa yang merasukiku. Kadang aku bosan dengan semuanya. Kadang aku terlalu asyik untuk memahami diriku sendiri. Aku juga terlalu sibuk untuk mengerti dengan apa yang aku miliki. Sirius, Kau tahu? Aku ingin kembali. Menjadi diriku yang lebih ceria, bahkan untuk sekarang pun aku lupa bagaimana cara tersenyum?

DIA

Sebuah karakter dari seseorang Yang timbul karena penasaran Sebuah misteri tentang seseorang Yang sulit untuk dipahami Karakter layak angin, Tak tertebak.        Seperti hujan datang tiba tiba        Kotor seperti debu yang berhamburan        Seperti tinta yang penuh warna        Namun, tak dapat dipastikan Dia diam layak angin Senyum dingin menelan pahit Tatap kosong seperti dia Kata terucap lagi dan lagi Meski waktu terus bergulir        Hah.... aku sesak        Rasanya penat seperti penuh abu        Arang menutup kalbu        Tetap tak terlihat Semua kata sama, kosong Tiada arti. Sebabnya hanya dia,dia dan dia Muncul kembali dalam diam Tunjuk bintang itu, namamu (11mei2016)  SIRIUS

SIRIUS

Menulusuri jalan malam Atau, pagi hari? Yang jelas, sama denganmu. Dingin,kelam. Ataukah tentang ku?        Cuaca disini sama denganmu        Sulit untuk dipahami, meski indah        Hidup itu terlihat dingin, penuh sesal        Matanya kejam, tapi penuh kebaikan. Ada apa dengannya? Apa ada yang salah dengan hidupnya? Bahkan saat dia tertawa, bukan berarti dia baik baik saja. Ada apa dengannya?        Senaif itukah aku?        Hidup penuh tanya        Karena aku pun tak mengerti        Siapa yang menceritakan?        Dan siapa yang diceritakan? Salahkah aku? Atau memang semua ini... Tentang SIRIUS... (14MEI2016) SIRIUS.

Rokok!!

  Rokok? satu kata dengan sejuta makna. kau tahu? sama dengan cinta. Beda nya, cara berakhir dari hidup itu sendiri. Kau tahu Sirius kenapa aku begitu membenci rokok? Aku bahkan benci disetiap hembusan asap itu sendiri, juga melihat orang yang dengan mantap nya menghisap seputung demi seputung dari dirinya, yang tidak tahu bahwa kenikmatan yang mereka rasakan itu perlahan merampas setiap jengkal kehidupan mereka. saat ini, aku tidak peduli jika ada begitu banyak orang yang akan menentang ku, karena mereka juga tidak pernah mendengar kata dari orang orang yang teraniaya oleh asa mereka. Kenapa mereka dengan rela membunuh jiwa mereka secara perlahan lahan? Dan membunuh orang yang mereka sayang secepat mungkin. tapi, apa mungkin perokok itu memiliki orang yang mereka sayangi? jika memang ada kenapa harus mengorbankan orang yang disayangi. kau tahu pasti maksud ku kan? mereka tidak pernah bersungguh-sungguh sayang pada seseorang. Mereka hanya tidak mau mati mengenaskan sendiri...

Kemarin Sore

Yang datang itu adalah yang siap untuk ku sambut,,, sama seperti Kau. Aku hanya lah seorang gadis biasa yang mencintai dengan ketulusan hati. Hanya itu yang ku tahu. Dan ketika kau datang kemarin,, perasaan itu semakin tumbuh. Tawa mu dengan sedikit guratan di sudut mata, senyum mu dengan penuh ketulusan, dan suara mu penuh dengan ketenangan. Salahkah? salahkah aku memiliki nya? Yang datang kemarin adalah tawa yang sesungguhnya,,, adalah kau. Tawa bahagia yang tertorehkan itu tak sengaja aku sadari beberapa hari lalu. Saat itu, di sore itu. Kita duduk bersama teman ku, berbincang. Meski apa yang kita bincangkan itu tak penting sama sekali. Berdebat tentang hal yang konyol. Mengatakan bahwa aku sudah berubah, mengatakan bahwa kau harus keluar dari zona nyaman mu. Yang datang kemarin adalah rahasia besar yang selalu ku sembunyikan... tentu saja kau. Rahasia yang selalu aku jaga kemurniannya. Rahasia yang nantinya ku bagikan, setelah kau dan ayah ku bertemu dan bersalaman. maka,...
Bintang... datang ketika malam menghampiri datang saat jangkrik berderik datang ketika katak berhenti sembunyi tapi pergi ketika hujan menyelimuti Aku menatap mu dalam diam tanpa ada seorang pun tahu tentang aktivitas yang ku geluti tentang hati yang teriris perih Bintang... sembunyi dibalik awan kenapa tak nampakkan saja? biar temani jiwa yang sepi ini biar semua orang tahu bahwa ada seseorang yang terabaikan perasaan yang tak tersampaikan tentang mata yang menyenangkan tentang apa yang terucapkan lalu, kenapa harus menggoyahkan? Bintang... jika waktu tlah memanggil dunia fana yang tak sempat ku genggam harus aku titipkan pada mu, atau aku titipkan pada kabut malam

cuap-cuap

Coba gapai apa yang tak pernah kau pikirkan Coba menghinggap pada apa yang tak pernah kau lihat Coba rasakan perasaan yang tak sama sekali kau mengerti Coba bayang kan. Tentang sesuatu yang sama sekali tak kau pahami Gapai. Sampai kau bosan dengan ketinggian mu. Menghinggap. Sampai kau tak tahu kapan kau mengenalinya, sampai kau tak ingin lepas dari tempat itu. Rasakan. Sampai kau jenuh dengan semua yang membelenggu mu Bayangkan. Sampai kau sendiri tidak sanggup untuk membayangkan nya. Hingga kau telah mencapai pada apa yang telah kau cari Coba dalami tempat yang tak ada ujung nya, lihat! seberapa dalam ia, seberapa dalam  kau mengenal nya! Coba cari tempat yang paling indah. Tempat yang tak pernah kau temui sebelum nya, maka kau kan menerima semua jawaban dari pertanyaan mu. Perjalanan kerikil-kerikil kecil yang telah kau lalui adalah keindahan yang abadi... Tak perlu kau risau... rasakan saja yang telah terjadi... kehidupan mu adalah kebahagiaan mu

#KAMI TIDAK TAKUT

Sirius... Mendung tlah datang Menunggu hujan untuk menemani kesepian ini. Namun, tiba tiba sebuah berita datang. Tentang Organisasi mengatasnamakan Islam. Benar, mereka tak mengerti ajaran Islam sesungguhnya. Lalu, berlaku seenaknya. Membunuh atas nama Jihad. Pantaskah? Pantaskah mereka mendapatkan bidadari, jika mereka saja merenggut HAK hidup manusia. Lalu, semua orang mengecap buruk Islam. Sungguh, keterlaluan! Pantaskah mereka membunuh yang tak bersalah, sedang mereka menyebutnya 'konser' ? Jika orang yang tak tau apa apa dibunuh, Lalu,, Bagaimana mereka? Pantaskah di bumi?

Do'a ku

ombak yang menerjang karang bergulung kesana kemari hanyut dalam sebuah angin berhembus karang sampaikan sebuah berita tentang cerita bagaimana bertahan tentang bagaimana ia pulih lalu, angin kembali pergi membawa berita pada ku kini kisah yang tertanam telah menjadi milik ku bukan hanya sekedar kata tentang perasaan yang membeku tidakkah karang tlah bercerita tentang sebuah pengharapan indah yang terlukiskan dalam setiap do'a menunggu nya terbawa angin R.P

Bunga Tumbuh, Telah Layu

AWALNYA.... aku mencintai nya dalam diam, mengintai nya tanpa ada seorang pun yang tahu. mengikuti apa yang ia sukai sampai aku tahu semua tentang nya. begitu juga kehidupannya. semakin waktu berjalan, maka perasaan ku semakin tumbuh. tentang perasaan yang tak berpupuk ini? hah,, entah kenapa sulit sekali! lalu, lama kelamaan kecurigaan itu muncul, berasal dari teman teman ku. mereka tau tentang perasaan yang telah aku bungkus dengan indah ini. akhirnya, berita itu meluas. tidak tahu apakah ia mengetahui nya atau tidak? yang pasti dia selalu dengan diamnya. lalu, muncul dengan tawa misteriusnya. Sirius,,, aku tahu berapa kali aku telah mengatakan pada mu tentang apa yang akan aku lakukan. Tapi, tetap saja tidak bisa aku melakukannya. Rasanya aku selalu kalah dengan perasaan ini. tak bisa menghentikannya. Sirius... lama kelamaan aku benar benar bosan, menyimpan semuanya sendiri. mengintai nya secara diam diam. AKHIRNYA!!! Sirius... aku ingin berhenti! sudah beratus kali aku men...